Pemprov Dukung Kesiapan Angkutan Udara Lebaran 1447 H di Bandara Tjilik

  • 13 Mar 2026 12:45 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung pengoperasian posko monitoring dalam rangka kesiapan angkutan udara Lebaran 1447 Hijriah melalui Bandara Tjilik Riwut. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran pemerintah daerah dalam Apel Pembukaan Posko Monitoring Angkutan Udara Lebaran yang digelar di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Jumat, 13 Maret 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, mengatakan kesiapan seluruh unsur yang terlibat sangat diperlukan dalam penyelenggaraan posko monitoring tersebut. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung pengoperasian posko monitoring melalui koordinasi antara penyedia jasa transportasi, regulator, dan aparat keamanan agar berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Dermawan, menyampaikan bahwa pembentukan Posko Monitoring Angkutan Udara Lebaran merupakan langkah strategis untuk memastikan operasional penerbangan selama periode mudik berjalan aman dan lancar. “Posko monitoring angkutan udara ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal selama periode angkutan Lebaran,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa posko tersebut menjadi pusat koordinasi bagi berbagai instansi yang terlibat di lingkungan bandara, seperti otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta unsur keamanan dan pelayanan. Melalui koordinasi tersebut, potensi kendala operasional dapat segera terdeteksi dan ditangani.

Made menambahkan bahwa kesiapan fasilitas bandara, sumber daya manusia, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik. “Kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, baik dari sisi operasional penerbangan, kesiapan personel, maupun fasilitas pendukung di bandara agar pelayanan berjalan baik,” ujarnya.

Peningkatan mobilitas masyarakat selama masa angkutan Lebaran juga memerlukan pengawasan dan pengendalian yang lebih intensif. Oleh karena itu, keberadaan posko monitoring diharapkan dapat menjadi sarana pemantauan aktivitas penerbangan serta pelayanan penumpang di bandara.

Kegiatan pembukaan posko tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Rekomendasi Berita