Perluas Jangkauan, PT Aulia Sentral Multidata Gandeng InfraNexia

  • 05 Jan 2026 15:10 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Sukamara: Perusahaan jasa pemasangan wifi asal Kabupaten Sukamara, PT Aulia Sentral Multidata, terus memperluas jangkauan layanannya. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kerja sama strategis dengan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia pada Oktober 2025 lalu.

Direktur Utama PT Aulia Sentral Multidata, Iswandi, mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur jaringan yang selama ini menjadi tantangan utama dalam perluasan layanan internet, khususnya di wilayah pedesaan dan antardaerah.

“Kalau kami tidak bekerja sama dengan TIF, ruang gerak kami cukup terbatas. Dengan kerja sama ini, ketika di suatu daerah kami belum punya infrastruktur, kami bisa memanfaatkan infrastruktur milik TIF untuk perluasan pasar PT Aulia,” ujar Iswandi kepada RRI, Senin (5/1/2026).

Selama ini, pasar utama PT Aulia masih berfokus di Kabupaten Sukamara. Namun melalui dukungan infrastruktur TIF, perusahaan kini mulai melakukan ekspansi ke sejumlah daerah lain, di antaranya Kabupaten Ketapang (Kalimantan Barat), Kabupaten Lamandau, hingga Kotawaringin Barat.

Iswandi menjelaskan, PT Aulia sebenarnya telah mulai beroperasi sejak sekitar tahun 2016. Namun secara resmi perusahaan berdiri dan memperoleh izin laik operasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2021.

Dari sisi pengguna, Iswandi menilai antusiasme masyarakat terhadap layanan internet PT Aulia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kendati demikian, ia mengakui bahwa tingginya biaya pembangunan infrastruktur serta kompleksitas perizinan menjadi kendala tersendiri bagi perusahaan lokal.

“Karena infrastruktur itu mahal dan izinnya cukup banyak, maka kerja sama dengan TIF ini sangat membantu, baik dari sisi perluasan jangkauan maupun kemudahan perizinan,” ucapnya.

Di Kabupaten Sukamara sendiri, layanan PT Aulia saat ini telah menjangkau wilayah perkotaan hingga sejumlah desa, terutama yang berada di dekat jalan raya. Sementara untuk wilayah pedalaman, layanan masih terbatas karena membutuhkan teknologi internet nirkabel dengan biaya investasi yang relatif besar.

Sebagai perusahaan lokal Sukamara, PT Aulia memilih skema kerja sama dengan menyewa infrastruktur milik TIF, seperti tiang dan kabel jaringan, dibandingkan membangun sendiri.

“Kalau bangun sendiri investasinya sangat mahal. Dengan TIF, mereka sudah punya tiang dan kabel, kami tinggal pakai. Kalau tidak seperti itu, jangkauan kami tidak akan sejauh sekarang,” katanya.

Iswandi menambahkan, kerja sama tersebut saat ini sudah ditandatangani dan sebagian wilayah sudah siap dilayani. Begitu proses aktivasi perangkat oleh TIF selesai, PT Aulia langsung dapat memasarkan layanannya ke daerah yang telah dipetakan.

Dari sisi layanan, PT Aulia menawarkan sejumlah keunggulan, salah satunya gratis biaya pemasangan bagi pelanggan dengan syarat berlangganan minimal satu tahun. Adapun paket termurah yang ditawarkan sebesar Rp182 ribu per bulan dengan kecepatan 10 Mbps, yang dinilai cukup untuk kebutuhan satu keluarga.

“Target kami jelas, bisa menjangkau daerah-daerah yang selama ini sulit terjangkau internet. Dengan adanya infrastruktur TIF di wilayah tertentu, kami juga bisa menjangkau daerah di sekitarnya,” kata Iswandi.

Rekomendasi Berita