Indojalito Peduli Pusat, Basuh Luka dan Jemput Senyum Yatim di Ranah Minang
- 09 Mar 2026 17:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Ramadan selalu punya cara sendiri untuk mengetuk pintu rindu, namun bagi sebagian anak yatim dan korban bencana di Sumatera Barat, bulan suci tahun 2026 ini hadir dengan warna yang berbeda. Di tengah kepulan asap dapur yang mulai terbatas dan sisa-sisa trauma bencana yang belum pulih benar, Indojalito Peduli (IJP) Pusat memutus rantai keterbatasan, hadir dalam dekapan hangat dari jauh.
Dalam realitanya, program santunan anak yatim yang digelar IJP bukan sekadar seremoni penyerahan amplop di atas panggung. Ada dialog hati, usapan di kepala dan doa yang senantiasa dibisikkan, sebagaimana diungkapkan Ketua Umum IJP, Astri Asgani kepada RRI, Senin, 9 Maret 2026.
Astri menjelaskan, Ramadan bulan penuh berkah diharapkan dapat memupus kesedihan dan sendirian anak-anak di rantau dan ranah tercinta.
“Pada Ramadan tahun ini, terhitung dari tanggal 11 hingga 15 Maret 2026. IJP menyantuni 600 anak yatim dengan rincian, 150 anak yatim di Jakarta dan 450 lainnya anak yatim yang tersebar pada tiga daerah terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Barat yakni, Kota Padang, Pariaman Pariaman dan Kabupaten Agam,” ujarnya.
Bagi anak-anak tersebut jelas Astri yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Sosial dan Pengabdi Masyarakat Gebu Minang Pusat bantuan yang disalurkan seumpama zakat cinta dari perantauan. Tujuannya tidak lain memastikan dapur yatim tetap berasap dan baju baru bukan sekadar mimpi untuk dikenakan di hari nan fitri.
Selain santunan kepada anak-anak yatim, IJP juga bergerak cepat menyisir titik-titik yang masih terisolasi, membawa bantuan sosial yang lebih dari sekadar logistik.
“Gerakan ini adalah panggilan jiwa. Sejatinya IJP tidak hanya datang membawa materi, tetapi membawa martabat,” ungkap Astri.
Dikatakan, kemuliaan Ramadan tahun ini tidak diukur dari panjangnya saf salat tarawih, tapi dari seberapa lebar senyum anak yatim yang kembali merekah saat mereka merasa mendapatkan perhatian.