Formula 1 Dikabarkan Kembali ke Afrika pada 2030

  • 07 Okt 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Formula 1 dikabarkan akan kembali menggelar balapan di Afrika.
  • Rwanda sudah disepakati menjadi tuan rumah Grand Prix Formula 1 pada 2030.
  • Ambisi membawa Formula 1 ke Rwanda sudah disampaikan oleh Presiden Paul Kagame sejak 2024.

RRI.CO.ID, Jakarta – Formula 1 dikabarkan akan kembali menggelar balapan di Afrika pada 2030. Rwanda disebut telah mencapai kesepakatan untuk menjadi tuan rumah Grand Prix baru di dekat kota Kigali.

Menurut laporan RacingNews365, keputusan tersebut diperoleh dari sejumlah sumber paddock yang mengetahui perkembangan negosiasi. Balapan itu diproyeksikan masuk kalender Formula 1 mulai musim 2030.

Formula 1 belum mengumumkan kesepakatan tersebut secara resmi. Namun, pengumuman disebut dapat disampaikan pada 2026, kemungkinan dalam beberapa pekan mendatang.

Jika terealisasi, balapan Rwanda akan mengakhiri penantian panjang Formula 1 untuk kembali ke Afrika setelah 33 tahun. Balapan terakhir di benua itu berlangsung pada Grand Prix Afrika Selatan 1993, di Sirkuit Kyalami.

Presiden Rwanda Paul Kagame mulai menyatakan ambisinya secara terbuka pada Desember 2024. “Saya dengan senang hati mengumumkan secara resmi bahwa Rwanda mengajukan tawaran membawa kembali balapan ke Afrika,” kata Kagame saat Kigali menjadi tuan rumah FIA General Assemblies dan FIA Awards 2024 lalu.

Ia juga menyampaikan bahwa pembicaraan bersama Presiden dan CEO Formula 1 Stefano Domenicali telah menunjukkan kemajuan. “Saya yakin kami akan membangun sesuatu yang bisa dibanggakan bersama,” ujar Kagame.

Rwanda belum memiliki sirkuit yang memenuhi standar untuk menggelar balapan Formula 1. Karena itu, negara tersebut berencana membangun sirkuit permanen baru.

Rencananya, sirkuit itu akan dibangun sekitar 40 kilometer dari Kigali. Lokasinya berada dekat Bandara Internasional Bugesera, berdasarkan desain WurzDesign.

Perusahaan tersebut dimiliki mantan pembalap Formula 1, Alexander Wurz. WurzDesign juga terlibat dalam pengerjaan Sirkuit Qiddiya Speed Park di Arab Saudi.

Rencana Rwanda sempat menimbulkan keraguan karena belum memiliki fasilitas berstandar Formula 1. Namun, proyek pembangunan sirkuit baru itu disebut tetap berlanjut.

Kembalinya Formula 1 ke Afrika juga lama didukung sejumlah tokoh olahraga. Juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, menjadi salah satu pihak yang paling vokal mendorong agenda tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....