McLaren Masih Kesulitan Taklukkan Sirkuit Madring

  • 12 Sep 2026 12:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • McLaren masih kesulitan menemukan kecepatan terbaik di sirkuit Madring.
  • Piastri sebut manajemen ban menjadi tantangan tambahan di trek Madring.
  • Masalah girboks Lando Norris di FP2 juga membuat McLaren kehilangan waktu dan data penting untuk pengembangan mobil.

RRI.CO.ID, Jakarta – Hadirnya sirkuit Madring di kalender Formula 1 tahun ini ternyata memberi tantangan tersendiri bagi para pembalap dan tim. McLaren merupakan salah satu yang masih menghadapi sejumlah kendala utama saat melibas trek anyar tersebut.

Oscar Piastri mengatakan masalah McLaren sejauh ini masih terkait mendapat kecepatan mobil yang diharapkan. Sesi latihan bebas pertama (FP1) Jumat kemarin, Oscar Piastri hanya bisa selesai di peringkat kedelapan, sedangkan FP2 ketujuh.

Ia terpaut sekitar 0,538 detik dari Kimi Antonelli. Sementara itu, Lando Norris pada FP1 berada di peringkat keenam, dan FP2 tanpa catatan waktu sama sekali.

"Saya merasa hasil saya lebih baik di FP2, yang mana adalah hal bagus. Tapi kami masih kurang cepat," ujarnya, dikutip dari laman McLaren F1.

Tak hanya itu, karakter trek Madring yang bersuhu tinggi dan memiliki grip rendah membuat ban lebih cepat aus. "Manajemen ban bakal jadi tantangan karena banyak terjadi graining," ujar Piastri.

Di sisi lain, McLaren juga lagi kehilangan banyak data penting setelah Lando Norris mengalami masalah girboks pada FP2. Masalah tersebut membuat McLaren harus buru-buru mengganti komponen tersebut.

Sayangnya, dengan segala upaya tim, Mobil Norris belum bisa diperbaiki sampai FP2 selesai. Norris hanya mampu menyelesaikan dua putaran sebelum terpaksa menepikan jet daratnya.

"Senang bisa menjalani beberapa lap pada pagi hari, sampai akhirnya ditemukan beberapa perubahan yang harus dilakukan pada mobil," ujar Norris. "Karena masalah girboks, akhirnya kami tidak bisa mendapat kemajuan di FP2," katanya.

Direktur Teknik McLaren, Mark Temple, mengatakan setelah ini tim akan segera melakukan analisis data secara mendalam. Mereka mencoba mencari peluang untuk meningkatkan performa mobil sebelum FP3 dan kualifikasi.

"Mobil kami memang belum ada pada level yang diinginkan. Tetapi tim sudah memiliki beberapa hal yang perlu dieksplorasi, baik dari sisi sasis maupun pembalap," ujar Temple.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....