Verstappen Akui Kesalahan yang Picu Kecelakaan di GP Belanda
- 24 Agt 2026 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Max Verstappen mengakui terlalu cepat berakselerasi hingga kehilangan kendali dan tersingkir pada lap pertama GP Belanda.
- Verstappen menilai Red Bull Racing masih tertinggal dari McLaren, Ferrari, dan Mercedes.
- Verstappen akan memanfaatkan jeda sebelum GP Italia untuk memulihkan kondisi fisiknya.
RRI.CO.ID, Jakarta – Max Verstappen mengakui kesalahan yang membuatnya tersingkir pada lap pertama Grand Prix Belanda, Minggu, 23 Agustus 2026. Pembalap Red Bull Racing itu menilai insiden terjadi karena lintasan Zandvoort yang masih basah di tikungan terakhir.
Verstappen memulai balapan dari posisi ketujuh setelah mengaku kurang sehat sepanjang akhir pekan. Ia mendapat start cukup baik, tetapi sempat terdesak ke rumput ketika empat mobil berjalan berdampingan menuju tikungan pertama.
Liam Lawson, yang menggantikan Isack Hadjar di Red Bull, kemudian memberikan tekanan kepada Verstappen di beberapa tikungan berikutnya. Verstappen menilai persaingan tersebut wajar karena setiap pembalap diperbolehkan bertarung di lintasan.
Namun, kondisi lintasan yang masih basah akibat hujan menjadi faktor yang sulit diprediksi. Pada lap pertama, Gabriel Bortoleto juga kehilangan kendali, tetapi berhasil menghindari kerusakan.
Verstappen justru gagal mengendalikan mobilnya di tikungan terakhir yang memiliki kemiringan tinggi. Mobilnya berputar dan menghantam pembatas dengan keras hingga memicu dikibarkannya bendera merah.
Verstappen kemudian mengakui kecelakaan tersebut terjadi karena dirinya terlalu cepat membuka akselerasi. “Saya mengira sudah bisa berakselerasi ketika melihat bagian lintasan yang kering, tetapi ternyata terlalu cepat,” kata Verstappen, dikutip dari Motorsport.
Pembalap asal Belanda itu menyebut benturan tersebut cukup keras, meski mengaku pernah mengalami kecelakaan lebih parah. Kegagalan Verstappen membuat Lawson menjadi pembalap Red Bull dengan posisi finis terbaik, yakni peringkat ketujuh.
Selain itu, Verstappen juga menilai performa Red Bull sepanjang akhir pekan berada di bawah McLaren, Ferrari, dan Mercedes. Ia menyebut Red Bull kini merupakan tim tercepat keempat dan tidak mampu menciptakan keajaiban di Zandvoort.
“Kami harus realistis musim ini karena tim lain membawa peningkatan, sedangkan kami belum. “Kondisi itu membuat kami semakin tertinggal,” ujarnya.
Pembalap berusia 28 tahun itu kini mengalihkan perhatian untuk memulihkan kondisi fisiknya sebelum Grand Prix Italia dua pekan mendatang. “Saya tidak merasa sehat, jadi saya menantikan jeda untuk beristirahat dan memulihkan kondisi,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....