CEO Cadillac F1 Akui Pergantian Graeme Lowdon Bukan Keputusan Bersama
- 13 Agt 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dan Towriss beri klarifikasi soal penggantian Graeme Lowdon sebagai kepala tim Cadillac F1.
- Graeme Lowdon kini digantikan oleh mantan bos Alpine, Marcin Budkowski.
- Proses diskusi disebut sudah berjalan selama beberapa bulan sebelumnya, meski keputusan penggantian datang lebih cepat.
RRI.CO.ID, Jakarta – CEO Cadillac Dan Towriss mengakui keputusan mengganti Graeme Lowdon sebagai kepala tim bukan keputusan bersama. Posisi Lowdon kemudian digantikan oleh mantan eksekutif Alpine, Marcin Budkowski.
Akan tetapi, Towriss mengatakan proses perubahan kepemimpinan tersebut sudah dibicarakan beberapa bulan sebelumnya. Perubahan tersebut akhirnya dilakukan lebih cepat dari perkiraan.
Ia mengatakan Lowdon baru menerima informasi mengenai pergantian tersebut pada Rabu pagi. Cadillac kemudian mengumumkan pergantian itu pada hari yang sama.
“Itu keputusan saya, bukan keputusan bersama. Prosesnya dimulai beberapa bulan lalu untuk mempertimbangkan fase berikutnya Cadillac di F1, waktu yang tepat, dan bagaimana prosesnya,” kata Towriss, dikutip dari Sky Sports.
"Hal itu membuat pergantiannya terlihat lebih mendadak dari yang seharusnya. Tetapi, memang begitulah F1 dan proses tersebut harus tetap dilakukan," ujarnya.
Lebih lanjut, Towriss memastikan pergantian tersebut bukan respons terhadap performa atau kesulitan Cadillac beberapa pekan terakhir. “Ini bukan tentang performa atau kesulitan yang tim alami dalam beberapa pekan terakhir, tetapi soal visi yang jelas untuk masa depan,” katanya.
Cadillac menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan dan kontribusi Lowdon. "Kami berterima kasih kepada Graeme Lowdon atas kepemimpinannya dan perannya dalam membentuk Cadillac Formula 1 Team dari awal," ucap Towriss.
"Kontribusinya membantu membangun fondasi yang kuat selama proses persiapan tim. Kami mendoakan yang terbaik untuknya," ujarnya.
Sementara itu, Budkowski kini mengambil alih posisi tersebut. Ia membawa pengalaman bekerja bersama FIA, Ferrari, McLaren, Renault, dan terakhir di Alpine.
Budkowski mengatakan fokusnya adalah memaksimalkan pengembangan mobil sesuai batas anggaran. Ia juga ingin menyatukan sumber daya dan proses agar pengambilan keputusan lebih cepat.
Pergantian tersebut terjadi setelah 11 balapan pada musim debut Cadillac di Formula 1. Cadillac belum mengoleksi poin bersama duet pembalap Sergio Perez dan Valtteri Bottas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....