Formula E Berduka, Kepala Tim Citroen Racing Cyril Blais Tutup Usia

  • 22 Jul 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cyril Blais meninggal dunia pada usia 43 tahun.
  • Kabar meninggalnya Blais diumumkan secara bersama oleh Citroen, Stellantis, Monaco Sports Group, dan Formula E melalui pernyataan resmi.
  • Penyebab kematian Cyril Blais tidak diungkapkan kepada publik untuk menghormati privasi dan keinginan keluarganya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Tim Citroen Racing Formula E, Cyril Blais, meninggal dunia pada usia 43 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan melalui pernyataan bersama pada Senin, 20 Juli 2026.

Pernyataan itu dirilis oleh pihak Citroen, Stellantis, Monaco Sports Group (MSG), dan Formula E. Namun, penyebab meninggalnya Blais tidak diungkapkan kepada publik demi menghormati privasi serta keinginan keluarga.

Managing Director Citroen Racing, Beth Paretta, mengaku seluruh tim sangat berduka atas kepergian Blais. "Banyak dari kami mengenalnya dan bekerja bersama selama beberapa tahun," kata Beth Paretta, dikutip dari FIA Formula E.

"Doa kami menyertai keluarga, teman-teman, dan rekan-rekannya di seluruh paddock. Cyril begitu percaya tim ini, kami akan menghormati keinginan keluarga untuk mengenangnya dengan cara terbaik yang kami bisa," ujarnya.

CEO Formula E, Jeff Docdds turut memberikan belasungkawanya kepada pihak yang ditinggalkan. "Kami telah kehilangan seorang rekan yang luar biasa," kata Docdds.

"Untuk menghormati kontribusinya di olahraga ini, Citroen Racing dan komunitas Formula E akan memberikan penghormatan atas kiprah Cyril," ucapnya. Docdds mengatakan tribute tersebut akan dilakukan selama Tokyo E-Prix 2026 akhir pekan ini.

Karier Blais pertama kali dimulai sebagai insinyur pada ajang Formula 3. Dirinya bekerja untuk tim Manor Motorsport.

Setelah itu, Blais bergabung dengan tim Arden sampai mendapat jabatan sebagai direktur teknis. Jabatan tersebut diembannya untuk program Formula 3 dan Formula 2.

Pada 2019, Blais beralih ke ajang balap mobil listrik Formula E bersama tim Mahindra. Selama hampir tiga tahun, ia bertugas sebagai race engineer.

Blais kemudian bergabung dengan Citroen Racing pada 2022. Di sana, ia kembali bekerja sama dengan pembalap Maximilian Guenther setelah sebelumnya berkolaborasi di Formula 2.

Ia dipercaya menjadi kepala tim pada 2024. Di bawah kepemimpinannya, Citroen meraih dua kemenangan, termasuk melalui Nick Cassidy pada Mexico City E-Prix musim ini.

Saat ini Citroen menempati peringkat ketujuh klasemen Formula E dengan empat balapan tersisa pada musim 2025-26. Tim tersebut juga dipastikan tetap berkompetisi pada era GEN4 yang dimulai di Jeddah pada Desember 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....