Salah Strategi, Duo McLaren Telan Hasil Pahit di GP Kanada 2026

  • 25 Mei 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • McLaren raih hasil kurang memuaskan di GP Kanada 2026 usai strategi ban tidak berjalan sesuai rencana.
  • Lando Norris gagal finis (DNF) akibat kerusakan mesin meski sempat memimpin balapan.
  • Oscar Piastri finis posisi ke-11 setelah insiden dengan Alexander Albon dan penalti 10 detik.

RRI.CO.ID, Montreal – Tim McLaren harus menelan hasil pahit pada balapan Formula 1 Grand Prix Kanada 2026. Kedua pembalapnya, yakni Lando Norris gagal finis (did not finish/DNF), sementara Oscar Piastri terlempar dari posisi sepuluh besar.

Hal tersebut bermula dari strategi pemilihan ban yang salah sebelum balapan dimulai. McLaren nekat memasang ban intermediate untuk trek basah ketika mayoritas pembalap lain memilih ban slick untuk trek kering.

Bukan tanpa alasan, keputusan tersebut juga merupakan hasil gambling dan diambil karena kondisi cuaca di Sirkuit Gilles Villeneuve yang sangat tidak menentu. Sayangnya, strateginya meleset karena lintasan malah mengering lebih cepat dari perkiraan, sehingga langsung menghancurkan rencana balap McLaren.

Norris sebenarnya sempat tampil memukau dengan langsung merebut posisi terdepan pada lap pertama. Dirinya bahkan sempat membuat jarak hingga dua detik dengan Kimi Antonelli yang berada tepat di belakangnya.

Seiring hilangnya genangan air di permukaan trek, ban Intermediate sudah tidak lagi relevan. Norris terpaksa masuk ke dalam pit lebih awal untuk mengganti ban dan merelakan posisi menguntungkan yang sudah ia dapat.

Sebelumnya Norris mengaku sudah merasakan sinyal "tidak enak" sejak formation lap. Dia menyadari bahwa keputusan tim kurang tepat karena hujan ternyata langsung reda sebelum balapan dimulai.

Meski demikian, Norris tetap membela keputusan berani yang diambil oleh para teknisi dan juga insinyur dibalik strategi itu. Dirinya menilai keputusan tersebut sudah berdasarkan pertimbangan yang kuat untuk merebut kemenangan di Kanada.

Norris berdalih pilihan ban basah itu sempat memberikan keunggulan traksi yang luar biasa. Mobilnya melesat sangat cepat karena memiliki tingkat cengkeraman jauh lebih baik dari rivalnya.

"Bahkan saya bisa unggul dua detik setelah satu lap. Jadi bukan berarti strategi itu sepenuhnya salah," kata Norris usai balapan.

Menurutnya, semua itu hanya karena faktor momentum yang kurang pas saja. "Lintasannya memang lama-lama mengering, dan tentu saja, mereka yang pakai ban slick berada di posisi yang diuntungkan," ujarnya.

Dia menambahkan, seandainya curah hujan bertahan lebih lama, nasib mereka bisa berubah. "Itu akan menjadi keuntungan buat kami (yang sudah memakai ban Intermediate)," ucap dia.

Norris sempat mencoba bangkit di momen-momen krusial hingga berhasil menembus posisi kedelapan. Namun, perjuangan kerasnya harus terhenti pada lap ke-40 akibat kendala pada mobilnya.

Melansir Foxsports, mobil MCL40 milik Norris mengalami kerusakan mesin parah yang diawali suara benturan yang keras. Dia terpaksa memarkir jet daratnya di pinggir lintasan dan tidak melanjutkan balapan.

Juara dunia musim 2025 itu mengonfirmasi komponen internal mobilnya mengalami kehancuran. Ia menemukan banyak serpihan (debris) logam tajam berserakan di area yang tidak semestinya.

Di sisi lain, Oscar Piastri juga mengaku sudah meragukan keputusan ban tersebut sejak awal. Menurutnya, lintasan sebenarnya sudah sangat siap untuk dipasangi ban slick.

Piastri bahkan sempat memberikan peringatan terakhir kepada kru melalui radio. Ia menegaskan penggunaan ban intermediate pada kondisi tersebut merupakan sebuah kesalahan yang sangat fatal.

Sejalan dengan Norris, ia mengatakan posisi McLaren yang memilih memakaikan ban Intermediate akan lebih diuntungkan jika hujan ternyata diprediksi berlangsung lebih lama. "Kita akan terlihat seperti pahlawan, bukan tim yang malu karena salah ambil keputusan," kata Piastri.

Piastri pada saat itu langsung merosot ke posisi kelima dan harus ke pit lebih awal untuk mengganti ban. Kepahitannya bertambah setelah dirinya terlibat insiden tabrakan dengan pembalap Williams, Alex Albon.

Benturan keras di area hairpin tersebut merusak komponen sayap depan mobil balap milik Piastri. Insiden memilukan itu membuat dirinya harus masuk pit lagi untuk melakukan perbaikan.

Tak berhenti di situ, Piastri juga dijatuhi penalti sepuluh detik Sanksi tersebut diberikan karena ia dianggap menjadi pemicu dari kecelakaan dengan Albon.

Piastri akhirnya harus puas finis di urutan ke-11 dan gagal membawa pulang poin. Hasil ini memang bukan yang terbaik untuk duo McLaren.

Saat ini, Lando Norris berada di posisi kelima di klasemen, sementara Oscar Piastri di posisi keenam. Jika membawa ambisi mendapat juara dunia lagi, mungkin McLaren perlu melakukan pembenahan untuk balapan-balapan selanjutnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....