Finis Keempat di Le Mans, Veda Ega Pratama Tuai Pujian
- 11 Mei 2026 17:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Veda Ega Pratama dinilai menunjukkan performa konsisten setelah finis keempat di Moto3 Prancis 2026.
- Pengamat otomotif Hendry Wibowo menyebut Veda berada di jalur tepat menuju pebalap elite dunia.
- Hasil di Le Mans membuat Veda Ega Pratama semakin dilirik tim-tim besar Eropa untuk musim mendatang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil impresif pada ajang Moto3 Prancis 2026. Ia finis keempat setelah bangkit dari posisi ke-14 di Sirkuit Le Mans.
Pengamat otomotif, Hendry Wibowo, menilai hasil itu membuktikan konsistensi Veda sepanjang musim. Menurutnya, pebalap berusia 17 tahun itu mampu bersaing dengan para pebalap papan atas.
“Ini pencapaian luar biasa dan mengonfirmasi Veda sangat konsisten di Moto3,” kata Hendry, kepada Pro 3 RRI, Senin, 11 Mei 2026. Ia menyebut Veda hampir selalu bersaing di barisan depan dalam lima seri musim ini.
Hendry menilai performa Veda di Le Mans sangat matang untuk ukuran rookie. Ia menyebut Veda tetap kompetitif meski sempat kehilangan momentum saat start.
“Veda tampil sangat luar biasa meski start-nya tidak terlalu mulus,” ujar Hendry. Ia menambahkan beberapa insiden pembalap lain ikut membuka peluangnya finis empat besar.
Hasil di Prancis membuat posisi Veda naik ke peringkat kelima klasemen sementara Moto3. Veda juga kini memimpin klasemen rookie atau pebalap debutan musim ini.
Hendry mengatakan pencapaian itu mulai menarik perhatian tim-tim besar Eropa. Ketertarikan terhadap Veda disebut sudah muncul sejak podium perdananya di Brasil.
“Sudah mulai banyak tim meminati Veda untuk musim depan,” ucap Hendry. Namun, ia menilai Veda masih ideal bertahan bersama Honda Team Asia.
Menurut Hendry, hubungan Veda dengan program balap Astra Honda sangat kuat sejak awal karier. Ia menilai perpindahan tim bukan keputusan mudah untuk pebalap muda Indonesia itu.
Nama tim Aspar juga disebut tertarik merekrut Veda pada masa mendatang. Hendry menilai peluang itu bisa membuka jalan menuju persaingan gelar dunia Moto3 maupun Moto2.
“Aspar adalah tim kuat dan punya sejarah panjang di World Championship,” kata Hendry. Meski demikian, ia menilai Honda Team Asia tetap penting bagi perkembangan Veda.
Hendry juga menilai Veda sudah matang menghadapi tekanan balap Eropa yang ketat. Ia menyebut Veda berkembang lewat jenjang balap nasional, Asia, hingga level dunia.
“Veda adalah pembalap Indonesia terbaik di world championship saat ini,” ujar Hendry. Ia optimistis Veda berada di jalur tepat menuju kelas MotoGP pada masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....