Strategi Pit Red Bull Batasi Peluang Verstappen di GP Miami
- 04 Mei 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Strategi pit awal Red Bull dinilai merugikan Verstappen di GP Miami.
- Penggunaan ban keras membuat performa Verstappen menurun pada akhir balapan.
- Penalti Leclerc mengubah hasil akhir dan mengangkat Verstappen ke posisi lima.
RRI.CO.ID, Miami – Max Verstappen menilai strategi pit awal Red Bull pada Grand Prix Miami 2026 menghambat peluangnya finis lebih tinggi. Meski demikian, pembalap Belanda itu tetap mengapresiasi peningkatan performa tim sepanjang akhir pekan balapan di Sirkuit Miami International Autodrome.
Red Bull membawa sejumlah pembaruan besar ke Miami untuk memperbaiki awal musim yang kurang memuaskan. Hasilnya mulai terlihat sejak sesi Sprint hingga Kualifikasi yang berlangsung ketat.
Verstappen mampu finis di lima besar pada Sprint dan hampir merebut ‘pole position’. Ia hanya kalah 0,166 detik dari pembalap Mercedes, Kimi Antonelli.
Namun, start dari barisan depan tidak bertahan lama setelah insiden di tikungan awal. Ia terkunci saat masuk Tikungan 1 dan disalip Charles Leclerc pada balapan yang berlangsung Senin, 4 Mei 2026.
Kesalahan berlanjut ketika Verstappen kehilangan kendali dan berputar hingga turun ke posisi sepuluh. Insiden tersebut langsung memengaruhi peluangnya untuk bersaing di barisan depan.
“Sedikit disayangkan apa yang terjadi di Tikungan 2. Saya kehilangan bagian belakang mobil, lalu mencoba meminimalkan kerusakan dengan melakukan putaran 360 derajat,” kata Verstappen.
Posisinya kemudian merosot ketika Red Bull memutuskan mengganti ban medium dengan ban keras saat periode awal Safety Car. Ia sempat memimpin saat pembalap lainnya masuk pit, namun performa ban keras mobilnya menurun jelang akhir balapan.
Verstappen menilai strategi tersebut terlalu panjang untuk satu stint dengan ban keras. Akibatnya, ia kemudian disalip Oscar Piastri dan George Russell.
“Kami memilih masuk lebih awal menggunakan ban keras dan setelah balapan, saya rasa stint itu terlalu panjang. Sangat sulit menjaga ban tetap bertahan,” kata juara dunia empat kali tersebut.
Kondisi ini membatasi peluangnya untuk finis lebih baik dari posisi keenam. Namun, situasi berubah pada lap terakhir ketika Leclerc mengalami insiden dan menyentuh dinding.
Verstappen memanfaatkan momen itu untuk merebut posisi kelima dengan selisih tipis. Leclerc kemudian menerima penalti waktu 20 detik usai balapan akibat pelanggaran berulang dan turun ke posisi kedelapan.
Pembalap Ferrari itu dinilai keluar lintasan beberapa kali dan memperoleh keuntungan. Stewards menyatakan alasan teknis tidak membenarkan keuntungan tersebut.
“Fakta bahwa ia mengalami masalah mekanis tidak dianggap sebagai alasan yang dapat dibenarkan. Kami menjatuhkan penalti drive-through pada mobil nomor 16 karena berulang kali keluar lintasan dan mendapat keuntungan,” ujar pernyataan Stewards.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....