Alami Awal Buruk di F1 2026, Zak Brown Jamin McLaren Bangkit
- 24 Mar 2026 11:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- McLaren terlihat hadapi awal yang kurang baik di F1 musim 2026.
- CEO McLaren Racing, Zak Brown ungkap dirinya masih optimis cepat atau lambat timnya akan raih kemenangan.
- Masih ada waktu bagi McLaren untuk berbenah sebelum balapan F1 selanjutnya di Suzuka.
RRI.CO.ID, Jakarta - McLaren nampaknya menghadapi awal yang sulit di musim Formula 1 2026. Serangkaian masalah teknis menghambat performa tim dan pembalap di beberapa balapan terakhir.
CEO McLaren Racing, Zak Brown menyadari hal tersebut dan ungkap bertekad untuk segera membenahi tim. Terlebih dengan balapan selanjutnya yang akan digelar di Suzuka, Jepang.
"Kita harus bersiap untuk Jepang. Kita punya dua pembalap terbaik, tim terbaik dan etos kerja yang baik untuk sebuah tim balap," katanya dalam unggahan video akun X resmi McLaren.
Dalam pernyataannya, Zak Brown tetap menunjukkan kepercayaan terhadap timnya. Ia menilai McLaren memiliki fondasi kuat, apalagi mereka punya catatan baik di musim sebelumnya, sehingga yakin timnya mampu bangkit.
“Jadi, mari kita fokus saja. (Setelah ini) kita akan ke Jepang, jalani balapan dengan mobil yang ada, semua orang tetap melakukan pekerjaan seperti biasa, dan saya menantikan momen ketika kita kembali menang," ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan upaya Zak Brown untuk menjaga moral tim di tengah tekanan hasil buruk awal musim. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi kerja sebagai kunci untuk keluar dari situasi sulit ini.
"Saya jamin, saat kemenangan berikutnya datang, kita tidak akan lagi bahas soal data kecepatan, manajemen baterai, atau hal-hal teknis lainnya. Kita akan kembali memenangkan Grand Prix, cepat atau lambat," katanya.
Awal musim McLaren memang diwarnai berbagai kendala teknis, termasuk isu reliabilitas yang memengaruhi performa mobil di lintasan. Kedua pembalap McLaren tidak berhasil menunjukkan performa yang diharapkan sejak GP Australia.
Oscar Piastri dilaporkan belum mampu menuntaskan satu pun balapan, sementara Lando Norris kesulitan bersaing di posisi lima besar. Kondisi ini tentu jadi pukulan bagi McLaren yang terkenal selalu tampil mendominasi di musim 2025.
Permasalahan ini tidak lepas dari perubahan regulasi besar F1 2026, terutama pada sistem power unit hybrid yang kini lebih kompleks. Sistem baru tersebut membuat manajemen energi serta prosedur start menjadi lebih menantang dibanding musim sebelumnya.
Dari sisi performa, hasil tes pramusim juga menunjukkan sepertinya McLaren masih tertinggal untuk ukuran tim papan atas. Selisih waktu yang cukup signifikan dan konsistensi dibanding tim lain seperti Mercedes dan Ferrari mengindikasikan bahwa mereka masih perlu mengejar.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Zak Brown tetap optimis kondisi ini hanya bersifat sementara. Ia menilai fondasi tim masih kuat untuk kembali bersaing di barisan depan bersama tim-tim papan atas.
Balapan di Suzuka pun dipandang sebagai momentum penting bagi McLaren untuk bangkit. Dengan waktu evaluasi yang terbatas, McLaren diharapkan mampu memperbaiki masalah teknis yang ada dan kembali bersaing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....