Intip Spesifikasi Sirkuit Jeddah E-Prix 2026
- 12 Feb 2026 17:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Usai balapan yang dimenangkan Mitch Evans di E-Prix Miami, Formula E siap menjajal Sirkuit Jeddah. Ajang Jeddah E-Prix menjadi salah satu seri menarik dalam kalender musim ini.
Sirkuit yang dipakai adalah bagian dari Jeddah Corniche Circuit di Jeddah, Arab Saudi, yang telah diadaptasi khusus untuk Formula E. Lokasi trek berada di sepanjang kawasan pesisir Laut Merah yang menjadi area balapan utama di kota tersebut.
Jeddah Corniche Circuit merupakan tipe sirkuit jalan raya atau street circuit. Karena itu, permukaan lintasan biasanya lebih sempit dan dekat dengan pembatas beton.
Formula E menggunakan layout yang disesuaikan dengan panjang lintasan sekitar 3 kilometer. Ukuran ini tentunya jauh lebih pendek dibanding versi Formula 1 meskipun tetap menuntut performa mobil listrik tersebut.
Lintasan versi E-Prix memiliki 19 tikungan, terdiri dari kombinasi tikungan cepat dan teknik yang menantang. Posisi tikungan-tikungan ini dirancang untuk menciptakan variasi strategi dan peluang overtaking bagi pembalap.
Balapan di Jeddah versi E-Prix berlangsung dalam arah searah jarum jam (clockwise). Artinya, pembalap akan menaklukkan tikungan kanan dan kiri dengan strategi pengereman yang dinamis.
Sirkuit ini juga dilengkapi dengan zona Attack Mode yang ditempatkan strategis di salah satu sektor lintasan. Aktivasi Attack Mode ini memberi pembalap peluang tenaga tambahan yang menantang strategi tim.
Trek mengombinasikan beberapa sektor cepat dan beberapa tikungan sempit yang menuntut manajemen energi baterai. Kondisi ini membuat setup mobil dan strategi balapan secara keseluruhan menjadi sangat penting.
Jeddah E-Prix merupakan balapan dengan format balapan malam atau night race. Dengan sesi yang berlangsung pada malam hari, suhu lintasan akan lebih dingin kurang lebih di bawah 25 derajat celcius dibandingkan dengan suhu yang dialami pada siang hari.
Hal ini tentu saja menimbulkan tantangan tambahan bagi para tim maupun pembalap. Cuaca yang cenderung sejuk terkadang membuat ban cukup sulit mencapai suhu optimalnya.
Kondisi tersebut bisa berpengaruh terhadap manajemen ban mobil. Meliputi daya cengkeram serta daya tahan dari ban itu sendiri.
Jeddah E-Prix juga ditandai dengan kembalinya PIT BOOST. Teknologi khas Formula E yang memberikan peningkatan energi sebesar 10% kepada mobil-mobil melalui dorongan daya 600 kW selama 30 detik di pit lane.
Dengan adanya PIT BOOST, tim dan pembalap seperti mendapat keuntungan lebih untuk balapan dengan lebih agresif. Mereka bisa melanjutkan balapan tanpa perlu terlalu fokus pada pengelolaan energi mobil untuk beberapa waktu.
Kondisi ini juga pastinya menciptakan banyak tantangan dan keseruan. Setiap pesaing harus menghadapi elemen tambahan dalam strategi balapan yang berpotensi mengubah hasil balapan serta taktik mereka.
Jeddah E-Prix 2026 akan menjadi balapan double-header atau dua balapan yang berlangsung di minggu yang sama. Balapan pertama berlangsung 13 Februari, sementara balapan kedua di 14 Februari mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....