Fitur Idling Stop Engine Bikin Aki Mobil Cepat Tekor?

  • 21 Apr 2025 08:58 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Fitur idling stop atau auto start-stop kini banyak ditemukan pada mobil-mobil modern, terutama yang mengusung efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungan. Fitur ini bekerja dengan mematikan mesin secara otomatis saat kendaraan berhenti sejenak—seperti di lampu merah—dan menyalakannya kembali saat pengemudi melepas pedal rem atau menginjak pedal gas. Namun, banyak pengguna mobil bertanya-tanya: apakah fitur ini membuat aki jadi cepat tekor atau rusak?

Sistem idling stop memang mengandalkan aki sebagai sumber utama untuk menyalakan ulang mesin setiap kali berhenti. Dibandingkan mobil konvensional, kendaraan dengan fitur ini mengalami lebih banyak siklus start-stop dalam sekali perjalanan. Akibatnya, beban kerja pada aki menjadi jauh lebih berat.

Mobil dengan fitur idling stop umumnya sudah dilengkapi aki khusus yang memiliki kemampuan deep cycle—yakni mampu menahan lebih banyak siklus pengisian dan pengosongan daya. Aki ini juga didesain agar lebih tahan terhadap frekuensi starter yang tinggi.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa benar fitur idling stop engine dapat menyebabkan aki mobil jadi lebih cepat tekor apabila memang kondisi aki kurang baik. Mobil yang dilengkapi fitur ini memang mengharuskan pengemudi untuk memastikan bahwa aki yang digunakan harus sesuai dan dilakukan perawatan berkala.

Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi penyebab aki menjadi lebih cepat tekor:

  1. Penggunaan aki dengan tipe standar, jika penggunaan aki khusus yang support fitur idling stop diganti dengan aki konvensional biasa, maka ada kemungkinan umur aki bisa jauh lebih pendek karena tidak dirancang untuk siklus kerja yang intens.

  2. Kondisi komponen kelistrikan mobil kurang optimal, komponen alternator yang tidak mengisi daya dengan sempurna atau sistem kelistrikan yang bermasalah, bisa mempercepat kerusakan aki.

  3. Sering melakukan perjalanan dengan jarak tempuh pendek, mobil yang sering digunakan untuk perjalanan singkat cenderung tidak memberi cukup waktu bagi sistem untuk mengisi kembali daya aki yang terpakai akibat proses start-stop.

  4. Tidak melakukan pengecekan berkala, aki yang jarang diperiksa dan tidak dipelihara dengan baik (seperti tidak memperhatikan kadar air aki untuk tipe basah) bisa mempercepat penurunan performanya.

Fitur idling stop tidak serta-merta membuat aki mobil cepat rusak, asalkan aki yang digunakan sesuai spesifikasi dan dirawat dengan baik. Justru fitur ini bisa membantu penghematan bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang, yang sangat bermanfaat dalam jangka panjang. Jadi, alih-alih menyalahkan fitur canggih ini, penting bagi pengemudi untuk memahami cara kerja dan perawatan sistemnya.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....