Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional
- 02 Mei 2024 09:06 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Walaupun seorang “darah biru”, Ki Hajar Dewantara tergolong sosok bersahaja dan dekat dengan rakyat. Ia juga memiliki ketertarikan yang besar di bidang pendidikan, untuk mencapai kesatuan sosial-politik dalam masyarakat kolonial. Hal itu yang menjadi dasar perjuangan Ki Hajar Dewantara, terutama dalam aspek pendidikan.
Ki Hadjar Dewantara Bukanlah Nama Asli. Ki Hadjar Dewantara terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Dia adalah seorang anak yang lahir dari keluarga bangsawan Jawa. Di keluarganya, Soewardi adalah anak kelima dari pasangan Pangeran Soeryaningrat dan Raden Ayu Sandiah. Sementara kakeknya adalah Sri Pakualam III, penguasa di wilayah Kadipaten Pakualaman. Ki Hadjar Dewantara ternyata dulu pernah mendapatkan julukan 'Jemblung'. Dalam sebuah artikel SD Marsudirini ST Yoseph Muntilan, Julukan itu sendiri muncul karena Ki Hadjar Dewantara dulu lahir dengan kondisi perut yang buncit. Sementara, julukan 'Trunogati' diberikan oleh sahabat pangeran Soeryaningrat, Kiai Soleman. Julukan itu ternyata terdiri dari kata 'Truno yang berarti pemuda, dan 'gati' atau 'wigati' yang adalah penting atau berarti. Julukan itu kemudian disempurnakan menjadi 'Jemblung Joyo Trunogati'.
Sempat Bersekolah Di Stovia. Sebagaimana keturunan bangsawan Jawa lainnya, Ki Hajar Dewantara juga sempat mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) alias sekolah rendah untuk anak-anak Eropa selama 7 Tahun di kampong Bintaran, Yogyakarta. Ki Hadjar Dewantara juga mendapat tawaran dari dr. Wahidin Sudiro Husodo di Puro Pakualaman untuk masuk STOVIA (School Fit Opleiding Van Indische Artsen) atau Sekolah Dokter Jawa di Jakarta dengan mendapat beasiswa. Dia pun menerima tawaran tersebut. Sayangnya, ia tidak menamatkan jenjang pendidikan tersebut, Walau gagal menyelesaikan sekolahnya di STOVIA, Ki Hadjar Dewantara tetap memperoleh banyak pengalaman baru, salah satunya menjadi seorang jurnalis atau wartawan di beberapa surat kabar, diantaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Poesara, dan masih banyak lagi. Melalui tulisan Ki Hadjar Dewantara menyampaikan kritik terkait pendidikan di saat itu, bahwa pendidikan hanya untuk keturunan Belanda dan orang kaya pada zaman dahulu.
Berganti Nama Agar Dekat Dengan Rakyat. Dalam sebuah buku Ki Hadjar Dewantara Biografi Singkat 1889-1959 karya Suparto Raharjo (2018), Pada saat Ki Hadjar Dewantara berusia 40 tahun menurut penanggalan jawa, Raden Mas Soeryaningrat berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara, Sejak saat itu Ki Hadjar Tidak Lagi menggunakan Gelar kebangsawanannya ketika berada di tengah masyarakat. Nama Ki Hadjar Dewantara memiliki makna, Ki adalah panggilan untuk orang tua yang dihormati dan menjadi teladan, sedangkan Hadjar artinya pendidik, dan Dewan artinya utusan, sedangkan tara berarti tak tertandingi, Dengan begitu nama Ki Hadjar Dewantara berarti Bapak Pendidik Utusan Rakyat Yang Tak Tertandingi.
Bapak Pendidikan Nasional. Ki Hadjar Dewantara menjadi Menteri Pendidikan pertama Indonesia,atau yang saat itu Menteri Pengajaran Indonesia di Kabinet Presiden Soekarno. Selain itu, Ki Hadjar juga merupakan Pahlawan Nasional kedua yang ditetapkan presiden, setelah sebelumnya yang pertama adalah Abdul Muis. status pahlawan nasional Ki Hajar ditetapkan presiden berdasarkan Surat Kepres RI No. 305 Tahun 1959 tertanggal 28 November 1959. Melalui surat keputusan itu pula, Ki Hajar Dewantara ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tanggal Kelahiran Ki Hadjar Dewantara 2 Mei dijadikan sebagai hari pendidikan nasional untuk mengenang jasanya, bahkan istilah yang diciptakan oleh Ki Hadjar Dewantara Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di Depan Memberi Contoh), Ing Madya Mangun Karsa (Di Tengah Membangun Cita cita), dan Tut Wuri Handayani (Mengikuti dan mendukung) yang masih dijadikan pegangan dalam dunia pendidikan di Indonesia hingga kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....