Bungong Jeumpa: Warisan Budaya Aceh, Harum Sepanjang Zaman

  • 04 Jun 2025 15:55 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Bungong Jeumpa Bungong Jeumpa Meugah di Aceh Bungong teuleubeh teuleubehI ndah lagoina Puteh kuneng meujampu mirah Bungong si-ula indah lagoina Puteh kuneng meujampu mirah Bungong si-ula indah lagoina.

Begitulah lirik Lagu daerah Aceh berjudul Bungong Jeumpa yang dinyanyikan Cut Yanthi dan Ozy Syahputra (2005).

Sebagian lagu tak sekadar dinyanyikan, mereka bisa menyandang gelar warisan. Salah satunya Bungong Jeumpa, lagu asal Aceh yang terkenal karena melodinya easy listening formula dan kaya makna budaya.

Bahkan mungkin bagi keturunan Aceh yang tak lahir di Aceh, tapi saat mendengar lagu ini seolah-olah seperti diajak pulang ke tempat yang penuh kehangatan. Selain alunan syahdunya, lagu ini membawa pesan tentang identitas daerah yang sulit punah.

Bungong Jeumpa berarti bunga cempaka yang dikenal harum dan indah. Bunga ini memang banyak tumbuh di Aceh dan sering digunakan dalam kegiatan adat. Maka itu, lagu ini sangat menunjukkan identitas daerah.

Selain itu, dalam konteks budaya lokal, bunga sering dijadikan lambang kesuburan dan keanggunan. Bahkan dalam sejarahnya lagu ‘Bungong Jeumpa’ berakar dari karya sastra lokal yang ditulis oleh Ibrahim Abduh dalam Hikayat Radja Jeumpa (popmama.com).

Tidak hanya itu, dalam rangka melestarikan kekayaan flora khas Aceh, sejak Januari 2025, Penjabat (Pj) Wali Kota Lhokseumawe, A. Hanan, SP, MM, bersama unsur Kecamatan Muara Satu melakukan penanaman tanaman khas Aceh di Halaman Kantor Camat Muara Satu, pada Jumat, (10/1/2025).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Camat Muara Satu, Taruna Putra Satya, Camat Muara Dua, Rudi Hidayat dan Kabag Prokopim Setdako, Darius. Penanaman tanaman khas Aceh ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga identitas budaya lokal yang kaya akan nilai sejarah. Adapun jenis tanaman yang ditanam antara lain Seulanga, Meulue, dan Jeumpa, yang memiliki nilai budaya dan historis penting bagi masyarakat Aceh.

Tanaman khas Aceh bukan sekadar tumbuhan, melainkan simbol kearifan lokal yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. "Tanaman khas seperti Seulanga, Meulue, dan Jeumpa bukan hanya tumbuhan biasa, tetapi bagian dari warisan budaya kita. Melestarikannya berarti menjaga identitas Aceh untuk generasi mendatang. Saya harap penanaman ini menjadi langkah awal dalam gerakan kolektif pelestarian flora khas Aceh," ungkap A. Hanan seperti dikutip dari situs lhokseumawekota.go.id.

Sementara itu, Rabu (4/6/2025) RRI Lhokseumawe kedatangan tamu tak diundang, sepasang suami istri, dan mengaku dari Gampong (Desa) Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe (insert-foto). Mereka berdua kira-kira berusia diatas 65 tahun serta juga mengaku pendengar Pro-1 RRI Lhokseumawe dan setiap hari mendengarkan Radio.

Singkat cerita, mereka bertemu Kepala RRI Lhokseumawe, Antoni, S.Sos, dan sejumlah pegawai lainnya, duduk dibawah pohon Cempaka (Bungong Jeumpa) yang sedang berbunga. Tak lama kemudian, mereka memohon izin untuk memetik Bungong Jeumpa.

"Pak, neubrie lon poet bacut beuh keu manoe beungoh uroe raya", ucap mereka dalam bahasa Aceh. Kira-kira dapat diartikan bahwa Bunga tersebut akan digunakannya untuk campuran air mandi di pagi hari raya. Sehubungan dengan perayaan Idul Adha 1446 H/2025 M pada tanggal 6 Juni 2025.

Mereka bercerita bahwa tradisi dalam keluarganya turun temurun selalu menjaga kebiasaan mandi dengan air bunga di setiap pagi hari raya setahun dua kali. Campuran bunga biasanya meliputi bungong jeumpa, bungong selanga, bungong meulu (melur) dan lain-lain.

Bungong Jeumpa (Cempaka) yang tumbuh di halaman Kantor RRI Lhokseumawe, menurut informasinya sudah ditanam sejak tahun 2007 semasa Kepala RRI Lhokseumawe, Drs. Mirza Musa M, MM.

Tak banyak yang mengetahui cara menanam Bungong Jeumpa atau Pohon Cempaka. Dari berbagai literasi yang ditelusuri RRI, semuanya menyebutkan lewat teknik pencangkokan batang. Ada juga yang menyebut dari biji yang ditanam ke dalam tanah. (bibitonline.com).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....