Daftar Pebulu Tangkis Putri Indonesia Peraih Medali Olimpiade
- 05 Agt 2024 02:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pebulu tangkis tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Indonesia pada Olimpiade Paris, Minggu (4/8/2024). Perunggu diraih setelah Carolina Marin dari Spanyol tidak dapat melanjutkan pertandingan akibat cedera saat melawan wakil Tiongkok, He Biang Jiao.
Laga perebutan tempat ketiga seharusnya digelar pada Senin 5 Agustus 2024. Jorji --sapaan Gregoria tanpa bertanding pada perebutan medali perunggu karena Marin mundur.
Capaian Jorji menambah daftar tunggal putri Indonesia yang sukses membawa medali di ajang pesta olahraga terbesar dunia olimpiade. Legenda hidup bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, membuka pintu bagi cabor bulu tangkis membawa pulang medali.
Pada edisi pertama cabor bulu tangkis dipertandingkan di olimpiade pada tahun 1992 di Barcelona, Spanyol, Susy berhasil mempersembahkan medali emas. Kala itu, Susi mengandaskan wakil Korea Selatan Bang Soo-hyun dengan rubber game 5-11, 11-5 dan 11-3.
Perburuan medali pada nomor tunggal putri kembali berlanjut di Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat pada tahun 1996. Adalah Mia Audina 'Si Anak Ajaib' mempersembahkan medali perak, sementara medali emas milik tunggal Korea Bang Soo-hyun.
Pada Olimpiade Atlanta, Susy harus puas dengan medali perunggu. Sebenarnya, Mia Audina sempat digadang-gadang menjadi 'The Next Susy Susanti' atau penerus Ratu Bulu Tangkis Susy Susanti.
Mia, pemain muda pada era 1990-an, mampu bersaing dengan pemain elite dunia, sebut saja Zhang Ning dari Tiongkok. Di usia yang masih muda, tepatnya 14 tahun, Mia menjadi penentu kemenangan tim Uber Indonesia pada tahun 1994, dengan mengalahkan Zhang Ning 11-7, 10-12 dan 11-4.
Sayang, pada tahun 1999, Mia Audina pindah menjadi warga negara Belanda dan menetap bersama suami. Hengkangnya Mia Audina , diikuti dengan menurunnya prestasi tunggal putri Indonesia.
Rasanya sulit untuk mencari pemain tunggal putri seperti Susy dan Mia. Di tengah paceklik juara, Maria Kristin Yulianti berhasil meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008.
Pada perebutan tempat ketiga, Maria mengalahkan wakil tuan rumah Lu Lan dalam laga tiga game 11-21, 21-13 dan 21-15. Sejak keberhasilan Maria, belum ada lagi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia yang sukses pada olimpiade.
Pada Olimpiade London 2012, wakil satu-satunya nomor tunggal putri, Adriyanti Firdasari, tersingkir dari pemain unggulan asal Tiongkok Wang Xin pada babak perempat final. Lindaweni Fanetri, tampil buruk pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, tersingkir di fase grup.
Pada Olimpiade Tokyo 2020 (digelar 2021 karena ditunda akibat Covid 19), Jorji kandas pada babak 16 besar. Dia kalah dari pemain Thailand Ratchanok Intanon dua game langsung 12-21, 19-21 dalam tempo 39 menit.
Pada Olimpiade Paris 2024, Jorji membalas kekalahan atas Intanon, dua game langsung 25-23, 21-9. Namun, Jorji gagal melangkah ke partai final usai kalah dari wakil Korea Selatan, An Se-young, dalam pertandingan sengit tiga game 21-11, 13-21, 16-21.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....