Sejarah Cabang Olahraga Lompat Jauh

  • 18 Apr 2024 16:11 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang : Lompat Jauh merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang bertujuan untuk melompat dan mencapai jarak sejauh mungkin. Saat melompat jauh, atlet akan terlebih dahulu melakukan awalan lari, lalu lepas landas, melayang, dan mendarat di bak pasir untuk mendapatkan jarak maksimal. Jauh dekatnya hasil lompatan sangat dipengaruhi oleh kecepatan lari, awalan yang dilakukan, dan kekuatan dalam menolak. Oleh karena itu, selain mampu berlari cepat, seorang atlet lompat jauh juga harus memiliki kaki yang kuat untuk menolak.


Sejarah lompat jauh ini sendiri diperkiarakan sudah ada sejak 13 abad yang lalu. Olahraga yang telah ada sejak tahun 708 Masehi ini sudah ada saat Olimpiade Kuno di Yunani Kegiatan itu bertujuan untuk latihan militer.


Olimpiade pada zaman dulu sudah mempertandingkan olahraga lompat jauh, tetapi dengan menggunakan beban bernama halteres. Beban berbobot sekitar 1 hingga 4,5 kg ini digenggam di masing-masing tangan atlet dan berfungsi untuk meningkatkan momentum saat berlari hingga melompat.


Olahraga ini sekarang menjadi salah satu cabang olahraga sejak Olimpiade Modern, Atena tahun 1896. Lompat jauh atau long jump awalnya hanya dipertandingkan untuk pria. Di tahun 1914, Dr. Harry Eaton Stewart kemudian merekomendasikan dibuatnya running broad jump yang distandarkan juga bagi atlet perempuan, sehingga mereka juga dapat mengadakan kompetisi lompat jauh. Pada akhirnya kemudian dibuka cabang lompat jauh wanita pada Olimpiade London 1948.

Olahraga lompat jauh juga pernah dilakukan oleh para pelompat dari Sparta dengan rekor lompatan sejauh 7,05 meter.

Berikut ini beberapa teknik dasar pada lompat jauh:

1. Awalan

Awalan diawali dengan lari sprint menuju papan lepas landas, kecuali pada dua langkah terakhir. Atlet lompat jauh memiliki lintasan untuk melakukan awalan sepanjang 40 meter. Jarak ini efektif untuk membangun kecepatan dan momentum sebelum melakukan lompatan. Berusahalah untuk menjaga konsistensi dan kecepatan. Umumnya, atlet lompat jauh akan mengambil 20 hingga 22 langkah ketika melakukan awalan. Mulailah dengan setidaknya 8 langkah bagi pemula.

2. Tolakan

Tolakan adalah gerakan menolak sekuat-kuatnya dengan kaki terkuat pada papan lompat. Tolakan dilakukan ke arah depan atas. Tolakan sangat penting untuk menentukan hasil lompatan. Saat menolak, badan jangan terlalu condong ke depan agar memberikan efek tolak yang kuat. Tolakan harus kuat dan cepat sambil menjaga keseimbangan badan. Gerakan kaki yang menepak mulai dari tumit hingga ujung kaki. Selain tolakan kaki, diperlukan gerakan ayunan lengan untuk menambah kekuatan tolak dan menjaga keseimbangan badan.

3. Melayang (flight)

Ketika sudah mengudara, atlet memiliki sedikit kendali terkait arah dan pendaratan. Namun, ada langkah-langkah selama fase melayang yang berfungsi untuk memaksimalkan jarak lompatan. Gaya melayang ini sangat membutuhkan kecepatan dan fleksibilitas tubuh.

Ada beberapa gaya dalam lompat jauh yang bisa dilakukan saat melakukan fase melayang, yakni gaya jongkok (float style), gaya menggantung (hang style), dan gaya berjalan di udara (walking in the air style). Masing-masing atlet lompat jauh memiliki preferensi gaya masing-masing, tapi gaya jongkok biasanya yang paling sering dipelajari pemula lebih dulu.

4. Mendarat

Saat mendarat, sebaiknya dilakukan dengan kedua kaki disertai gerak lengan ke depan. Hal yang harus diperhatikan ketika mendarat adalah perlunya dorongan pinggul ke depan agar badan tidak jatuh ke belakang. Hasil lompatan diukur dari bagian tubuh pelompat yang paling belakang atau paling dekat dengan papan tumpuan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....