Kementerian Olahraga dan Pariwisata Dinilai Tetap Harus Terpisah
- 08 Mar 2024 01:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Keberhasilan kolaborasi olahraga dan pariwisata dalam beberapa event internasional di Indonesia membuat sejumlah pihak mendorong agar dua lembaga berbeda, yakni olahraga dan Pariwisata, untuk digabung. Menurut Komisioner Badan Standarisasi Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) Kemenpora Tahun 2020, Prof. Jonni Siahaan, wacana dan perdebatan di era pergantian presiden bukan hal baru.
"Itu bermula dari pemikiran Haornas 2020 ketika ada tema Sport Science, Sport Tourism, Sport Industry. Diprediksi jika digabungkan akan menghasilkan devisa negara yang besar," ujarnya saat berbincang dengan Pro 3 RRI, Kamis (7/3/2024)
Namun, menurut Prof. Jonni, sebaiknya Kementerian Olahraga tetap berdiri sendiri. "Nanti terbagi pikirannya, jangan-jangan pariwisatanya lebih besar, sedangkan prestasi olahraga setengah-setengah atau malah kurang," katanya.
Menurut dia, Indonesia merupakan marketing yang cukup besar bagi olahraga prestasi. "Kalau prestasi kita sudah mendunia, dengan sendirinya Pariwisata, Industri, dan lain-lain pasti terpengaruh," ucapnya.
Komisioner BSANK Kemenpora Tahun 2020 ini menilai olahraga sampai saat ini masih ditangani setengah-setengah dalam urusan prestasi. Hal tersebut terlihat dari belum terpenuhinya enam standar yang termuat dalam amanah UU Keolahragaan.
"Itu saja sampai sekarang belum terpenuhi dengan baik. Padahal menurut saya, kalau itu terlaksana dengan baik, maka prestasi anak bangsa di bidang olahraga tidak hanya di Asian Games, bahkan Olimpiade," ujarnya.
Prof. Jonni menambahkan, urusan olahraga tidak bisa dipikirkan dan dijalankan setengah-setengah. Menteri Olahraga harus fokus agar bisa menjawab harapan pada Olimpiade 2032 Indonesia masuk 10 besar dan 5 besar Olimpiade 2044.
"Saran saya kalau bisa Menteri Olahraga tetap sendiri, serta orang yang memang gila olahraga dan mengerti betul tentang olahraga prestasi," katanya.
Ia menyebut seorang Menteri Olahraga setidaknya merupakan mantan atlet Olimpiade atau pakar olahraga yang punya nama di Indonesia. Mereka yang memiliki prestasi ini diharapkan memiliki pikiran yang cemerlang untuk memajukan olahraga prestasi di Indonesia.
Prof. Jonni mencontohkan Amerika Serikat yang menjadikan olahraga sebagai sumber devisa nomor tiga di negaranya. Menurutnya, olahraga prestasi benar-benar mendapat perhatian yang serius di Negeri Paman Sam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....