Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Foto Bawah Air CMAS 2026

  • 06 Okt 2026 02:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • CMAS mengajak seluruh penyelam dunia memadukan kompetisi olahraga dengan upaya menjaga kelestarian terumbu karang bawah laut.
  • Indonesia menggelar kejuaraan dunia foto dan video bawah air CMAS 2026 yang diikuti peserta dari 19 negara di Buleleng Bali.
  • PB POSSI memilih kawasan Pemuteran karena memiliki kondisi arus laut yang tenang serta faktor keamanan peserta yang terjamin.

RRI.CO.ID, Buleleng - Sebanyak 19 negara mengikuti kejuaraan dunia foto dan video bawah air di Kabupaten Buleleng. Ajang Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS) tersebut resmi dibuka pada Senin, 5 Oktober 2026.

Penyelenggara menggelar kejuaraan di Taman Sari Bali Resort Spa Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Perhelatan dunia ini menjadi momentum strategis memperkenalkan kekayaan laut nasional serta menguatkan kelestarian ekosistem bawah air.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Letjen TNI Purn Marciano Norman menghadiri upacara pembukaan. Tanggung jawab tersebut menunjukkan kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi olahraga bertaraf internasional kepada dunia.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PB POSSI atas semangat, dedikasi, dan kerja keras dalam membina serta mengembangkan cabang olahraga selam di Indonesia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan internasional. Kejuaraan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kepada dunia betapa indahnya perairan Indonesia. Hasil visual para peserta dapat menjadi pesan yang kuat tentang kekayaan dan keindahan bawah laut Indonesia,” kata Marciano.

Marciano menilai perhelatan akbar ini mampu memperkuat sektor sport tourism dan sport industry daerah Bali. Kehadiran atlet mancanegara tersebut dapat menggerakkan roda perekonomian lokal serta sektor pariwisata masyarakat setempat.

“Harapan kita, kejuaraan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan prestasi atlet-atlet selam Indonesia sehingga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia. Saya berharap para peserta dapat meraih prestasi terbaik, menikmati keindahan Indonesia, khususnya Bali, serta membawa pulang pengalaman yang berkesan. Yang tidak kalah penting, mereka juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem bawah laut,” ujar Marciano.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) Komjen Pol Makhruzi Rahman memberikan keterangan. Indonesia berhasil memenangkan persaingan ketat antarnegara dunia melalui pemaparan konsep penyelenggaraan kejuaraan yang sangat matang.

“Sekitar dua bulan lalu kita berebut dengan negara-negara yang juga ingin melaksanakan kegiatan ini. Alhamdulillah, kita terpilih setelah memaparkan kesiapan Indonesia, mulai dari lokasi hingga kepanitiaan untuk kejuaraan ini. Kita sudah menjajaki Labuan Bajo, Manado, Kalimantan, dan Wakatobi, karena bulan Oktober, gelombang dan arus harus diperhitungkan. Akhirnya Pemuteran kita pilih karena relatif lebih tenang dan dari sisi keamanan peserta dapat kita jamin,” ucap Makhruzi.

Makhruzi menyatakan bahwa pemilihan lokasi memerlukan kajian teknis matang demi menjamin keselamatan seluruh peserta. Kesiapan kepanitiaan nasional turut membuktikan kapasitas Indonesia dalam menggelar ajang olahraga air bergengsi tersebut.

“Dalam rangka pariwisata, Pemuteran ini jarang diketahui orang luar negeri. Dengan adanya kegiatan ini, Pemuteran menjadi lebih dikenal sebagai salah satu spot diving. Kita juga memiliki pengalaman menyelenggarakan event internasional, termasuk kejuaraan dunia dan beberapa bulan lalu SEA Games untuk fin swimming,” kata Makhruzi.

Direktur CMAS Kerim Sabuncuoglu menyampaikan pesan penting terkait keharmonisan antara kompetisi olahraga dan kelestarian lingkungan hidup. Para peserta wajib memperlakukan kamera sebagai sarana dokumentasi keindahan laut tanpa merusak habitat terumbu karang.

“Kejuaraan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga tentang konservasi koral, oleh karena itu, saya berharap para peserta berhati-hati dengan kamera ketika berada di bawah air dan tetap menjaga lingkungan. Sebelum menyelam, saya berharap kalian mempersiapkan semuanya dengan baik dan menghasilkan foto terbaik. Dengan demikian, ketika pulang nanti, kalian tidak hanya membawa hasil kompetisi, tetapi juga pengalaman berkesan dan menarik dari Indonesia,” ujar Kerim.

Ajang bergengsi ini membuktikan bahwa kompetisi olahraga perairan mampu memperkenalkan kekayaan alam Nusantara kepada masyarakat internasional. Kegiatan tersebut sekaligus membangun kesadaran kolektif global dalam menjaga kelestarian ekosistem laut demi generasi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....