Veddriq-Adit Petik Pelajaran Berharga dari Asian Games 2026
- 01 Okt 2026 20:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Veddriq Leonardo menilai persaingan speed putra di Asia semakin ketat dan merata.
- Veddriq menjadikan Asian Games sebagai evaluasi menuju target berikutnya, termasuk Olimpiade.
- Aditya Tri Syahrian mengalami false start dalam debutnya dan menjadikannya pelajaran untuk memperbaiki pengelolaan diri.
RRI.CO.ID, Aichi – Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahrian telah menyelesaikan persaingan speed putra Asian Games 2026. Keduanya menjadikan hasil di Aichi-Nagoya sebagai pelajaran untuk menghadapi persaingan Asia yang semakin ketat.
Persaingan berlangsung tipis karena setiap sepersekian detik sangat menentukan hasil pertandingan. Kesalahan kecil maupun momentum dalam satu pertandingan dapat memengaruhi hasil akhir para pemanjat.
Veddriq menilai persaingan speed di kawasan Asia kini semakin merata. Menurutnya, Tim Indonesia telah menjalani persiapan maksimal melalui latihan dan berbagai simulasi pertandingan.
“Iya, cukup ketat. Inilah speed, banyak faktor dan variabel yang menentukan hasil. Proses kami sudah maksimal, latihan juga sudah kami lakukan beberapa kali, termasuk simulasi dengan catatan waktu terbaik,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 1 Oktober 2026.
Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu menjadikan Asian Games sebagai bagian menuju target lebih besar. Setelah Aichi-Nagoya, fokusnya akan diarahkan pada peningkatan kemampuan untuk menghadapi agenda internasional berikutnya.
“Persaingan sekarang juga sudah semakin merata, terutama di level Asia, setelah Asian Games ini selesai, kami harus mencari fokus baru lagi. Selanjutnya tentu menuju target berikutnya, termasuk Olimpiade,” kata atlet asal Pontianak, Kalimantan Barat tersebut.
Veddriq berharap pengalaman di Aichi-Nagoya menjadi bahan evaluasi bagi Tim Indonesia. Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan berikutnya.
“Insyaallah, semoga Tim Indonesia semakin bisa meng-upgrade diri. Masih banyak hal yang perlu kami tingkatkan,” ujarnya.
False Start Jadi Pelajaran Adit
Sementara itu, Adit juga menilai persaingan tersebut menjadi pengalaman penting dalam perkembangannya. Ia berusaha menjaga ketenangan, kepercayaan diri, dan keyakinan selama menjalani pertandingan.
Namun, false start dalam hitungan sepersekian detik menjadi bagian dari evaluasinya. Kesalahan tersebut terjadi ketika Adit menjalani debutnya pada Asian Games.
“Benar kata Bang Veddriq, semua variabel dalam speed itu banyak sekali. Saya pikir tadi saya sudah berusaha untuk tetap tenang, percaya diri dan yakin," ucapnya.
Adit mengakui kekecewaannya setelah false start memengaruhi hasil pertandingan. Namun, pengalaman tersebut akan digunakannya untuk memperbaiki pengelolaan diri ketika menghadapi tekanan.
“Saya melakukan false start hanya dalam sepersekian detik, menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk ke depannya. Ingin bisa menjadi lebih baik lagi, terutama dalam hal pengelolaan diri,” katanya.
Pengalaman di Aichi-Nagoya kini menjadi tambahan bekal bagi Adit menghadapi kompetisi berikutnya. Ia memastikan hasil tersebut akan menjadi dorongan untuk terus melakukan perbaikan.
“Tentu bakal menjadi lecutan. Tahun depan kami harus bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Hasil di Asian Games 2026 menjadi bahan evaluasi bagi Veddriq dan Adit untuk meningkatkan kemampuan. Keduanya membawa pengalaman tersebut sebagai bekal menghadapi persaingan internasional berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....