Djokovic Kembali ke China Open, Bidik Gelar Pertama Musim Ini
- 29 Sep 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Novak Djokovic kembali bertanding setelah tersingkir pada babak pertama US Open.
- Djokovic akan menghadapi Nuno Borges pada pertandingan pertamanya di China Open, Rabu, 30 September 2026.
- Djokovic memburu gelar ke-102 sekaligus trofi pertamanya sepanjang musim 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Novak Djokovic bersiap kembali ke kompetisi setelah tersingkir pada babak pertama US Open 2026. Petenis Serbia itu akan menghadapi Nuno Borges pada laga pembuka China Open di Beijing, Rabu, 30 September 2026.
Djokovic terakhir bertanding di New York sekitar empat pekan lalu. Saat itu, ia kalah dari Mariano Navone dalam laga lima set dan sempat mengalami kendala fisik.
Menjelang penampilannya di Beijing, Djokovic memastikan kondisi tubuhnya kini dalam keadaan baik. Namun, ia menyadari kondisi pertandingan akan tetap berbeda dibandingkan dengan sesi latihan.
“Sejauh ini saya merasa baik. Tentu saja kondisinya akan berbeda ketika Anda bermain di pertandingan resmi dengan berlatih di lapangan,” kata Djokovic pada konferensi pers, Senin, 28 September 2026.
Djokovic juga membawa modal kepercayaan diri dari catatan impresifnya saat tampil di Tiongkok. Ia mengaku selalu menantikan kesempatan untuk kembali bermain di negara tersebut.
“Saya selalu menantikan untuk datang ke Tiongkok. Rekor saya di sini juga memberi kepercayaan diri yang sangat saya butuhkan,” ujarnya.
Beijing memiliki tempat khusus dalam perjalanan Djokovic karena ia sudah enam kali menjuarai turnamen China Open. Gelar tersebut diraih pada tahun 2009, 2010, 2012, 2013, 2014, dan 2015.
Menurut Infosys ATP Win/Loss Index, Djokovic juga belum pernah kalah dalam 29 pertandingan di ajang ATP 500 Beijing. Setelah terakhir tampil pada 2015, ia kini kembali dengan antusiasme tinggi terhadap dukungan penggemar lokal.
“Saya selalu menikmati bermain di Beijing dan Tiongkok, terutama karena dukungan para penggemar. Sambutan dan kecintaan mereka menjadi kenangan terbaik bagi saya,” kata Djokovic.
Djokovic sengaja tiba beberapa hari lebih awal untuk mempersiapkan diri sebelum pertandingan. Ia memanfaatkan waktu tersebut dengan berlatih dan menjalani sejumlah pertandingan simulasi di lapangan.
Ia juga melihat banyak perubahan pada fasilitas turnamen sejak terakhir kali tampil di Beijing. Menurutnya, kompleks tersebut sudah berkembang sejak dibangun untuk Olimpiade Beijing 2008.
“Saya datang lebih awal untuk berlatih dan menghabiskan waktu di lapangan. Fasilitasnya berkembang pesat, meski sejak awal sudah sangat mengesankan,” ucapnya.
Selain mengejar kesuksesan di Beijing, Djokovic juga membidik pencapaian penting sepanjang kariernya. Petenis berusia 39 tahun itu kini tengah mengincar gelar ke-102 sekaligus trofi pertamanya musim ini.
Hasil terbaik Djokovic tahun ini terjadi di Australian Open. Ia berhasil mencapai partai final sebelum dikalahkan petenis Spanyol, Carlos Alcaraz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....