Debut Asian Games 2026, Kanurian Al Ghozi Tembus Final 10m Air Rifle

  • 21 Sep 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ghozi menempati peringkat keenam kualifikasi dengan skor 630,2 poin, sekaligus menjadi catatan terbaik sepanjang kariernya.
  • Pada babak final, Ghozi finis di peringkat kedelapan setelah bersaing dengan sejumlah penembak berpengalaman di Olimpiade dan World Cup.
  • Kanurian Al Ghozi mencetak sejarah dengan menjadi penembak Indonesia pertama yang lolos ke final nomor 10 meter air rifle di Asian Games.

RRI.CO.ID, Jakarta - Penembak Indonesia Kanurian Al Ghozi mencetak sejarah pada debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet berusia 20 tahun itu menjadi penembak Indonesia pertama yang menembus final nomor 10 meter air rifle di ajang Asian Games.

Ghozi memastikan tempat di final setelah menempati peringkat keenam pada babak kualifikasi. Bertanding di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, ia mencatatkan skor 630,2 poin.

Catatan tersebut sekaligus menjadi skor terbaik Ghozi sepanjang kariernya dalam pertandingan resmi. Dari 46 atlet yang tampil, Ghozi menjadi salah satu dari delapan penembak yang berhak melaju ke babak final.

“Pertandingan kali ini di luar ekspektasi saya, yang mana skor saya bisa perform di Asian Games. Sebelumnya saya belum pernah sampai 630, lebih senangnya lagi dapat pengalaman final di Asian Games pertama,” ujar Ghozi dalam keterangan resmi NOC Indonesia, Senin, 21 September 2026.

Ghozi juga menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke final dari tiga atlet yang tampil pada nomor tersebut. Dua wakil lainnya, Anang Febrian dan Fathur Gustafian, masing-masing menempati peringkat ke-14 dan ke-23.

Anang mencatatkan skor 627,4 poin, sedangkan Fathur mengoleksi 624,9 poin. Keduanya harus mengakhiri perjuangan pada babak kualifikasi.

Pada babak final, Ghozi berhadapan dengan tujuh penembak terbaik Asia. Ia juga harus bersaing dengan sejumlah atlet yang memiliki pengalaman tampil di Olimpiade dan kejuaraan dunia.

Ghozi akhirnya menyelesaikan final di peringkat kedelapan dengan perolehan 123,2 poin. Meski belum membawa pulang medali, hasil tersebut menjadi catatan penting dalam debutnya di Asian Games.

“Pelatih ngomong ini sudah bagus, karena ini di Asian Games baru saat ini final pertama dari Indonesia pada nomor 10m Air Rifle. Tidak masalah kamu belum dapat medali,” ucap Ghozi.

Medali emas nomor 10 meter air rifle putra diraih Lihao Sheng dari China dengan 254,2 poin. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu mengungguli Himanshu Dhillon dari India yang meraih perak dengan 252,4 poin.

Medali perunggu menjadi milik Rudrankksh Patil, juga dari India, dengan 230,9 poin. Ghozi mengaku senang bisa bersaing langsung dengan para penembak yang telah memiliki pengalaman di level dunia.

“Ini multievent terbesar yang pernah saya ikuti. Senang sih bisa masuk final, melawan juara Olimpiade dan juara World Cup,” katanya.

Menurut dia, debut di Asian Games memberinya pengalaman baru dalam menghadapi kompetisi multiajang. Ia juga merasakan atmosfer pertandingan yang berbeda dibandingkan kejuaraan yang pernah diikutinya.

“Suasana Asian Games beda dengan kompetisi lain. Euforianya bagus di Asian Games, kita itu deg-degannya lebih terasa,” ujarnya.

Ghozi menyebut pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk kariernya ke depan. Ia berharap pengalaman tampil di Asian Games dapat menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....