Sumaya Raih Medali Perak Pertama Indonesia dari Teqball di Asian Games 2026

  • 20 Sep 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sumaya dari Riau meraih medali perak nomor Women's Singles teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026, menjadi medali pertama bagi Tim Indonesia dalam olahraga teqball.
  • Atlet Myanmar Wai Khin Hnin mengalahkan Sumaya dalam final dengan skor 12-10, 8-12, dan 9-12 pada Minggu, 20 September 2026 di Nagoya City Higashi Sport Center.
  • Pencapaian Sumaya menandai debut sejarah teqball Indonesia di penyelenggaraan Asian Games, membuktikan potensi atlet muda dalam cabang olahraga yang masih relatif baru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Atlet teqball Indonesia asal Riau, Sumaya, meraih medali perak nomor Women’s Singles Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Medali tersebut menjadi perak pertama bagi Tim Indonesia sekaligus catatan sejarah dalam debut teqball di Asian Games.

Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar, Wai Khin Hnin, pada pertandingan final di Nagoya City Higashi Sport Center. Sumaya kalah dalam tiga gim dengan skor 12-10, 8-12, dan 9-12, pada pertandingan Minggu, 20 September 2026.

Meski gagal membawa pulang medali emas, atlet berusia 21 tahun itu tetap mengapresiasi perjuangannya. Ia bertekad meningkatkan latihan untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

“Saya bangga dengan diri sendiri walaupun kalah. Saya ingin latihan lebih keras lagi,” ujar Sumaya dalam keterangan resmi dikutip dari NOC Indonesia, Minggu, 20 September 2026.

Sumaya berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuannya di ajang berikutnya. “Medali perak ini saya persembahkan untuk diri sendiri, keluarga, dan negara,” ujarnya.

Sumaya mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi dari pertandingan final. Salah satunya adalah mengurangi kesalahan-kesalahan kecil yang membuat perolehan poinnya terhambat.

“Sebenarnya pikiran saya cuma ingin satu poin naik, tetapi karena banyak kesalahan jadi susah untuk menang. Saya masih penasaran untuk mengalahkan Myanmar itu,” katanya.

Ia menyebut dukungan suporter Tim Indonesia yang hadir langsung turut memberikan energi tambahan selama pertandingan. Kehadiran sejumlah pejabat olahraga Indonesia juga menambah semangatnya di lapangan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission Tim Indonesia Todotua Pasaribu turut menyaksikan pertandingan tersebut. Sumaya mengaku dukungan penonton membantunya mengatasi rasa gugup.

“Saya tidak terlalu tertekan. Nervous masih bisa saya alihkan, tetapi memang keadaannya tidak memungkinkan,” ucap Sumaya.

Perjalanan Sumaya di teqball bermula setelah sebelumnya menekuni sepak takraw sejak duduk di bangku SMP. Ia kemudian beralih ke teqball setelah tidak terpilih memperkuat tim pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.

Menurut Sumaya, teqball memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena gerakan dan ukuran mejanya berbeda. Meski demikian, ia justru menikmati tantangan dari olahraga tersebut.

“Kalau sulit, lebih sulit teqball. Gerakannya berbeda, mejanya kecil, tapi saya lebih menikmati main teqball karena lebih menantang tapi tidak menyesal pindah ke teqball,” ujarnya.

Karier Sumaya kemudian berkembang melalui berbagai kompetisi, mulai dari Kejuaraan Nasional, International Series di Bangkok, SEA Games, hingga Asian Games. Sebelumnya, ia juga meraih medali perunggu SEA Games pada nomor mixed double.

Dengan hasil tersebut, teqball menyumbangkan satu medali perunggu dan satu perak bagi Tim Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Torehan ini menjadi catatan bersejarah karena teqball untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Asian Games.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (POTSI), Calvin Legawa, menyebut pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan teqball Indonesia. Ia menilai keberhasilan meraih medali pada debut Asian Games menjadi catatan bersejarah bagi olahraga tersebut.

“Ini sebuah pencapaian, artinya sejarah juga buat teqball Indonesia. Untuk pertama kali debut di Asian Games, kita berhasil membawa pulang medali,” ujar Calvin.

Calvin berharap persiapan yang lebih panjang dapat membuka peluang pengembangan prestasi teqball Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki modal dasar yang mendukung perkembangan olahraga tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....