Yoga Ardika Putra dan Uba/La Ode Buka Peluang Teqball Indonesia di Asian Games

  • 18 Sep 2026 00:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Yoga Ardika Putra melaju ke perebutan medali perunggu Asian Games 2026 setelah menyelesaikan tujuh pertandingan dalam satu hari pada nomor tunggal putra.
  • Pasangan Husni Uba dan La Ode Mardan M masih memiliki kesempatan meraih medali pada nomor ganda putra Asian Games 2026.
  • Semua pertandingan teqball berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, pada Kamis, 17 September 2026.

RRI.CO.ID, Nagoya – Atlet teqball Indonesia Yoga Ardika Putra melaju ke perebutan medali perunggu Asian Games 2026. Pasangan Husni Uba dan La Ode Mardan M juga menjaga peluang medali pada nomor ganda putra.

Kepastian itu diraih Yoga setelah malalui tujuh pertandingan dalam satu hari yang melelahkan pada nomor tunggal putra. Rangkaian pertandingan itu berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Kamis, 17 September 2026.

Pada laga perdana, Yoga mengalahkan Truong Giang Ba asal Vietnam melalui pertandingan ketat berakhir 2-1. Ia kemudian menundukkan A Phomsouliya dari Laos dengan skor 2-0 untuk mempertahankan momentum kemenangan.

Mahasiswa Manajemen Olahraga Universitas Negeri Jakarta itu kembali menang 2-1 atas Wase Akinori dari Jepang. Setelahnya, Yoga menaklukkan P Agustin asal Filipina 2-0 sebelum kalah 0-2 dari J Lee asal Korea Selatan.

Catatan empat kemenangan dan satu kekalahan membawa Yoga melaju ke babak perempat final nomor tunggal putra. Namun, ia belum mampu mengatasi S Friday dari Myanmar dan harus menerima kekalahan 0-2.

Kesempatan meraih medali kembali terbuka ketika Yoga menjalani babak repechage melawan wakil tuan rumah. Ia mengalahkan Wase Akinori 2-0 dan memastikan tempat dalam jalur perebutan medali perunggu.

Manajer Timnas Teqball Indonesia Umar Aryo Junior menjelaskan repechage memberi kesempatan kedua kepada peserta yang sebelumnya kalah. Sistem tersebut memungkinkan atlet kembali bertanding untuk memperebutkan tempat pada babak berikutnya maupun medali.

“Repechage adalah babak atau sistem pertandingan kesempatan kedua bagi atlet atau peserta yang kalah di babak awal. Mereka bisa bertanding lagi untuk memperebutkan tempat di babak selanjutnya atau medali,” ujar Aryo dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 19 September 2026.

Aryo mengatakan Yoga memang kalah pada perempat final, tetapi kembali menang melawan atlet yang bernasib serupa. Kini, Yoga tinggal menunggu pemenang dari jalur atlet yang kalah pada pertandingan semifinal.

Peluang medali perunggu juga terbuka bagi pasangan Husni Uba dan La Ode Mardan M. Keduanya memulai persaingan nomor ganda putra melalui pertandingan penyisihan Grup A.

Uba/La Ode kalah 0-2 dari S Thaosiri/J Chanliang asal Thailand pada pertandingan pertama. Mereka kemudian bangkit mengalahkan D Montenegro/A Pacis dari Filipina dengan skor 2-1.

Hasil tersebut membawa Uba/La Ode melaju ke perempat final sebelum menghadapi Ahmad/Alqattan dari Kuwait. Pasangan Indonesia harus menerima kekalahan 0-2, tetapi kesempatan mereka belum sepenuhnya tertutup.

Uba/La Ode kemudian menghadapi Nodomi/Arai dari Jepang pada babak repechage untuk mempertahankan peluang medali. Mereka menang 2-0 dan memastikan kesempatan tampil dalam pertandingan perebutan medali perunggu.

Aryo mengatakan mekanisme yang dijalani Uba/La Ode sama dengan perjalanan Yoga pada nomor tunggal putra. Keduanya masih menunggu hasil pertandingan berikutnya untuk mengetahui lawan pada perebutan medali.

Semifinal nomor tunggal putra dan ganda putra dijadwalkan berlangsung Sabtu, 19 September 2026. Pada tunggal putra, S Friday dari Myanmar akan menghadapi A Aleyawi asal Irak.

Semifinal lainnya mempertemukan Z Eidan dari Kuwait melawan J Lee asal Korea Selatan. Hasil dua pertandingan tersebut akan menentukan calon lawan Yoga pada perebutan perunggu.

“Dari hasil semifinal ini baru kita mengetahui calon lawan Yoga yang akan memperebutkan medali perunggu. Pertandingannya berlangsung Minggu, 20 September 2026,” kata Aryo.

Aryo berharap, Yoga serta pasangan Uba/La Ode mampu tampil maksimal pada kesempatan tersebut. Keduanya kini memiliki peluang membawa pulang medali dari cabang teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....