Rybakina Juara US Open 2026, Akhiri Dominasi Sabalenka
- 13 Sep 2026 08:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Elena Rybakina mengalahkan Aryna Sabalenka 6-4, 5-7, 6-2 pada final US Open 2026.
- Gelar ini menjadi Grand Slam ketiga Rybakina setelah menjuarai Wimbledon dan Australian Open sebelumnya.
- Kekalahan tersebut mengakhiri peluang Sabalenka meraih gelar US Open ketiga secara beruntun.
RRI.CO.ID, New York – Elena Rybakina menjuarai US Open 2026 setelah mengalahkan Aryna Sabalenka dalam laga final yang berlangsung tiga set. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri dominasi Sabalenka di puncak peringkat dunia.
Rybakina menang 6-4, 5-7, 6-2 dalam pertandingan berdurasi 2 jam 21 menit di Arthur Ashe Stadium, Minggu, 13 September 2026. Ini menjadi kemenangan kedua Rybakina atas Sabalenka di partai puncak, setelah final Australian Open Januari lalu.
Gelar tersebut menjadi trofi Grand Slam ketiga Rybakina sepanjang kariernya. Petenis Kazakhstan itu kini hanya membutuhkan gelar Roland Garros untuk melengkapi ‘Career Grand Slam’.
Pada set pertama, Rybakina lebih dulu mematahkan servis Sabalenka untuk unggul 3-2. Meski persentase servis pertamanya hanya 27 persen, pukulannya tetap efektif untuk mengamankan set pembuka.
Sabalenka kemudian meningkatkan keberhasilan servis pertamanya menjadi 61 persen pada set kedua. Rybakina sempat memiliki dua peluang break, tetapi gagal memanfaatkannya.
Sabalenka lalu menyelamatkan dua set point ketika kedudukan 5-5. Dua gim kemudian, petenis Belarus itu mematahkan servis Rybakina sehingga pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Rybakina langsung mengambil kendali pada set ketiga setelah mematahkan servis Sabalenka untuk memimpin 2-1. Ia kembali melakukan break pada kedudukan 5-2 sebelum memastikan kemenangan melalui ace ke-12.
Petenis berusia 27 tahun itu sebelumnya sempat mengalami cedera setelah mundur dari perempat final Cincinnati menghadapi Iga Swiatek. Namun, ia kembali tampil dan mencapai final US Open tanpa kehilangan set hingga perempat final.
Dalam perjalanannya, Rybakina mengalahkan unggulan ke-13 Naomi Osaka pada babak keempat. Ia kemudian bangkit dari ketertinggalan satu set dalam dua pertandingan beruntun melawan Zheng Qinwen dan Coco Gauff.
“Saya sempat mengalami sedikit masalah cedera, tetapi entah bagaimana semuanya berjalan sesuai keinginan saya. Saya sudah datang ke sini selama 10 tahun terakhir, tetapi tidak pernah berhasil, bahkan tidak mendekati pencapaian ini,” kata Rybakina usai pertandingan, dikutip dari WTA.
Kemenangan atas Sabalenka menjadikan Rybakina pemain pertama sejak Serena Williams pada 2002 yang mengalahkan juara bertahan US Open. Ia juga menjadi pemain pertama yang mengalahkan petenis nomor satu dunia pada final US Open sejak Williams pada 2012.
Di sisi lain, Sabalenka gagal meraih gelar Grand Slam untuk pertama kalinya sejak 2022. Ia juga hanya berjarak satu pekan dari catatan 100 pekan beruntun sebagai petenis nomor satu dunia.
Meski gagal mempertahankan gelar, Sabalenka mengaku ada banyak hal yang dapat diambil dari turnamen ini. “Secara keseluruhan, saya seharusnya senang dengan level permainan saya, dan banyak hal yang bisa dipetik dari turnamen ini,” kata Sabalenka.
Ia juga menegaskan akan kembali lebih kuat untuk menghadapi turnamen-turnamen selanjutnya. Namun, hasil ini pasti akan memotivasi saya untuk tampil lebih baik tahun depan,” ujarnya.
Dengan hasil ini, Rybakina akan memulai pekan pertamanya sebagai petenis putri nomor satu dunia mulai Senin, 14 September 2026. Sementara Sabalenka turun ke peringkat kedua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....