Indonesia Raih Emas Speed Relay Campuran di Guiyang
- 12 Sep 2026 22:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim panjat tebing Indonesia merebut medali emas nomor speed relay campuran pada World Climbing Series Guiyang.
- Pasangan Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah menaklukkan tim tuan rumah Tiongkok dua pada babak final.
- Kemenangan ini menandai raihan medali emas pertama bagi Rajiah Sallsabillah sepanjang kompetisi tahun 2026.
RRI.CO.ID, Guiyang - Tim panjat tebing Indonesia berhasil merebut medali emas nomor speed relay campuran pada World Climbing Series. Kemenangan tersebut diraih oleh kontingen Indonesia saat bertanding di kota Guiyang, Tiongkok, pada babak final.
Prestasi tersebut dipastikan secara resmi melalui pertandingan penentu yang berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026. Raihan medali emas ini melengkapi gelar juara sebelumnya dari nomor speed perorangan putra kompetisi tersebut.
Tim Indonesia satu mengandalkan atlet Raharjati Nursamsa bersama Rajiah Sallsabillah dalam kompetisi beregu campuran ini. Sementara itu, tim Indonesia dua diperkuat oleh pasangan atlet Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih.
Tim Indonesia satu melaju ke babak final untuk menghadapi pasangan Mengli Zhang dan Ziyu Zhou dari Tiongkok dua. Raharjati dan Rajiah mencatatkan waktu 11,35 detik, sedangkan kubu tuan rumah finis dengan torehan 14,85 detik.
Langkah tim Indonesia dua terhenti pada babak perempat final setelah mengakui keunggulan Amerika Serikat (AS) satu. Pasangan Indonesia dua membukukan waktu 11,97 detik, sementara sang lawan berhasil mengamankan waktu 11,46 detik.
Medali perunggu nomor ini diraih oleh tim AS satu setelah menurunkan Samuel Watson dan rekannya Emma Hunt. Tim AS satu mengalahkan pasangan Jerome Morel dan Capucine Viglione melalui catatan waktu 11,85 detik berbanding 13,40 detik.
Atlet panjat tebing putra Indonesia Raharjati Nursamsa memberikan keterangan resmi mengenai hasil pertandingan tersebut. Ia menyatakan kesiapan dirinya untuk kembali berpasangan bersama Rajiah pada kompetisi berikutnya di Chongqing.
"Saya sangat bahagia dan bersyukur bisa mendapatkan medali emas," kata dia.
Pemanjat pertama Indonesia satu ini menegaskan tidak memiliki rahasia khusus dalam meraih kemenangan pada perlombaan tersebut. Konsistensi dalam menjalani program latihan dinilai menjadi kunci utama untuk mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.
Atlet panjat tebing putri Rajiah Sallsabillah turut menyampaikan rasa puas terhadap pencapaian gelar juara tersebut. Kemenangan dalam kejuaraan internasional ini sekaligus menjadi raihan medali emas pertama baginya sepanjang tahun 2026.
"Saya sangat senang bisa podium satu. Pada seri Krakow, saya juga berpasangan dengan Raharjati dan kami tidak podium. Saya hanya berusaha agar lebih baik dan sekarang bisa podium satu."
Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Panjat Tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro memberikan tanggapan secara terpisah. Ia menegaskan bahwa pencapaian tim speed relay campuran sudah sesuai dengan seluruh target yang diinginkan.
"Keberhasilan ini bisa dicapai karena konsistenti para atlet dalam latihan," ujar dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....