Budaya Bugar Jadi Fondasi Prestasi Asian Games
- 10 Sep 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Budaya hidup sehat dan aktif menjadi fondasi lahirnya atlet berprestasi secara berkelanjutan.
- Kebugaran masyarakat yang meningkat memudahkan pencarian dan penjaringan bakat atlet muda potensial.
- Pembinaan berbasis sport science menjadi modal atlet Indonesia bersaing di Asian Games 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar Ilmu Olahraga UNS, Prof. Dr. Sapta Kunta Purnama, menilai prestasi internasional tidak dicapai secara instan. Menurutnya, prestasi harus berakar dari kebiasaan hidup sehat dan aktif sejak tingkat masyarakat.
“Jadi pada prinsipnya bahwa sebuah prestasi olahraga di tingkat Internasional itu sebetulnya dicapainya itu tidak secara instan. Melainkan harus berakar dari kebiasaan hidup sehat dan aktif,” ujar Sapta, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis, 10 September 2026.
Sayangnya, ia menilai indeks kebugaran masyarakat Indonesia saat ini masih belum memuaskan. Kondisi tersebut menjadi tantangan, terutama karena remaja kini semakin banyak menghabiskan waktu dengan gadget.
“Menurut laporan memang sekarang ini untuk indek kebugaran masyarakat Indonesia masih belum memuaskan. Jadi masih kurang,” katanya.
Sapta Kunta mengatakan masyarakat yang bugar akan memudahkan proses pencarian dan penjaringan bakat atlet muda berpotensi. Dari kebiasaan aktif tersebut, atlet berprestasi dan berkualitas diharapkan muncul secara alami.
“Jika semuanya sudah bugar di segala usia itu akan memudahkan kepada pencarian dan penjaringan bakat untuk atlet muda berpotensi,” ujarnya. Menurutnya, sport science juga berperan dalam mempersiapkan atlet menghadapi turnamen internasional, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya.
Ia menilai atlet Indonesia yang berangkat ke Nagoya telah dipersiapkan secara fisik, psikis, dan teknik. Persiapan tersebut menjadi modal untuk bersaing dengan negara-negara maju seperti China dan Jepang.
Menurutnya, pembinaan harus berkelanjutan karena prestasi olahraga membutuhkan proses panjang. “Karena untuk mencapai prestasi itu tidak instan, menurut teori itu ada 10.000 jam latihan terstruktur atau 10 tahun,” ujarnya.
Pada momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026, masyarakat didorong membangun budaya hidup sehat dan aktif. Sementara atlet Indonesia diharapkan siap bertanding dan menampilkan kemampuan terbaik di Asian Games 2026 Nagoya.
“Yang penting itu sudah kita lakukan persiapan melalui latihan-latihan yang kemarin sudah dilalui. Sehingga di sana (di Asian Games) tinggal siap tempur, menampilkan yang terbaik,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....