Atlet Akuatik Klungkung Sabet Lima Medali di Gajahmada Swimming Competition 2026

  • 07 Sep 2026 05:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Klungkung - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet akuatik Kabupaten Klungkung. Made Budiartini Bandem berhasil meraih lima medali dalam ajang Gajahmada Swimming Competition 2026 yang digelar pada 29 Agustus 2026 di Kolam Renang Tirta Krida, AAU Sleman, Yogyakarta.

Dalam kompetisi tersebut, Made Budiartini Bandem tampil impresif dengan memborong dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Dua medali emas diraih dari nomor 100 meter gaya punggung dan 200 meter gaya punggung.

Sementara dua medali perak masing-masing diperoleh dari nomor 50 meter gaya punggung dan 200 meter gaya bebas. Adapun satu medali perunggu diraih pada nomor 200 meter gaya ganti perseorangan putri.

Ketua KONI Klungkung, AA Gde Anom, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Made Budiartini Bandem menjadi bukti bahwa proses pembinaan olahraga di Klungkung terus berjalan dan menunjukkan hasil positif.

"Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di Klungkung berjalan pada jalur yang tepat. KONI Klungkung memiliki komitmen untuk membangun sistem pembinaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi jangka pendek, tetapi juga menciptakan atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar AA Gde Anom saat ditemui di Kantor KONI Klungkung.

Ia mengatakan, keberhasilan atlet tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Selain atlet, capaian tersebut juga merupakan hasil kerja sama antara pelatih, pengurus cabang olahraga, keluarga, serta berbagai pihak yang mendukung perkembangan olahraga di Klungkung.

Menurut AA Gde Anom, KONI Klungkung terus mendorong peningkatan kualitas latihan, pengalaman bertanding, penguatan mental atlet, serta pemenuhan berbagai kebutuhan pembinaan. “Made Budiartini Bandem menjadi salah satu contoh bahwa dengan kerja keras, kedisiplinan, serta program pembinaan yang tepat, atlet daerah mampu menunjukkan kualitas dan bersaing dengan atlet terbaik lainnya,” katanya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet Klungkung lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengharumkan nama daerah. Sementara itu, Ketua Umum Cabang Olahraga Akuatik Klungkung, AA Gede Lesmana, mengatakan keberhasilan Made Budiartini Bandem merupakan bagian dari proses pembinaan yang dilakukan secara sistematis.

Pembinaan, kata dia, tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Tetapi juga mencakup kondisi fisik, kesiapan mental, serta pengalaman bertanding atlet.

“Setiap kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Melalui kejuaraan, atlet dapat mengukur perkembangan kemampuan, mengevaluasi kekurangan, meningkatkan pengalaman bertanding, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi,” ujar AA Gede Lesmana.

Ia menjelaskan, program latihan atlet akuatik Klungkung terus dikembangkan secara terstruktur dan disesuaikan. Yakni dengan kebutuhan masing-masing atlet.

"Kami terus memperkuat aspek teknik, fisik, dan mental atlet melalui program latihan yang terarah. Selain itu, kolaborasi bersama KONI Klungkung, pemerintah daerah, pelatih, TNI, keluarga atlet, serta seluruh stakeholder menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang optimal,” kata dia.

Selain meningkatkan prestasi atlet yang sudah ada, regenerasi juga menjadi perhatian utama cabang olahraga akuatik Klungkung. Identifikasi dan pengembangan atlet muda potensial terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan prestasi di masa mendatang.

Prestasi Made Budiartini Bandem di Gajahmada Swimming Competition 2026 sekaligus menjadi modal penting dalam menghadapi PORPROV Bali 2026 dan persiapan menuju PON 2027.

KONI Klungkung bersama cabang olahraga akuatik bahkan menargetkan delapan medali emas pada PON 2027.

Target tersebut akan dikejar melalui berbagai program pembinaan, mulai dari peningkatan intensitas kompetisi, peningkatan kualitas latihan, penguatan fisik, teknik dan mental, hingga pengembangan atlet muda potensial. Kerja sama dengan berbagai stakeholder olahraga juga terus diperluas guna menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat.

Dengan program pembinaan yang berkelanjutan, KONI Klungkung berharap semakin banyak atlet daerah yang mampu menembus persaingan tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Prestasi lima medali yang diraih Made Budiartini Bandem pun menjadi salah satu bukti atlet Klungkung memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di panggung olahraga yang lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....