Menang, Singleton Tetap Kritik Timnas Basket Indonesia

  • 30 Agt 2026 07:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • David Singleton mengkritik Timnas Basket Indonesia yang sempat mengendur setelah unggul jauh
  • Singapura mampu meningkatkan permainan pada babak kedua, terutama kuarter terakhir
  • Singleton meminta pemain mempertahankan standar dan intensitas sepanjang pertandingan internasional

RRI.CO.ID, Jakarta – Pelatih David Singleton tetap memberikan evaluasi terhadap penampilan anak asuhnya sepanjang pertandingan, meski menang besar. Timnas Basket Putra Indonesia meraih kemenangan 80-54 atas Singapura pada laga perdana Grup C di Malaysia.

Singleton menilai Indonesia sempat kehilangan intensitas setelah membangun keunggulan besar pada paruh pertama pertandingan. Menurutnya, situasi tersebut membuat Singapura mampu meningkatkan permainan dan memberikan tekanan lebih besar pada babak berikutnya.

“Satu-satunya hal adalah kita tidak terus menekan pedal gas,” ujar Singleton usai penampilan anak asuhnya di Arena Seremban, Malaysia, Jumat, 28 Agustus 2026. Menurutnya, Indonesia harus mampu mempertahankan intensitas permainan meskipun sudah mengantongi keunggulan besar.

Indonesia memang tetap unggul setelah turun minum dengan skor 57-28 memasuki kuarter terakhir pertandingan. Namun, Singapura tampil lebih agresif pada kuarter keempat dan mampu mencetak 26 poin dalam periode tersebut.

“Alasan mereka bisa bermain sedikit lebih baik di babak kedua adalah karena tim kita mulai santai, dan itu tidak bisa dimaklumi,” kata pelatih berusia 38 tahun itu. Ia menegaskan pemain harus tetap menjaga standar permainan meskipun situasi pertandingan terlihat sudah berada dalam kendali.

“Standar kita bukanlah untuk bersantai lalu membiarkan tim lawan bangkit,” ucap Singleton. Ia meminta para pemain tetap berpegang pada standar permainan serta mampu merespons perubahan situasi dengan lebih baik.

Singleton menilai peningkatan intensitas Singapura ketika tertinggal jauh juga harus menjadi pelajaran bagi timnya. “Mereka juga meningkatkan intensitas permainan saat tertinggal jauh,” ujar peatih asal Amerika Serikat itu.

Menurut Singleton, pertandingan internasional menuntut Indonesia untuk bermain keras sepanjang laga tanpa mengenal situasi nyaman. “Kita harus berpegang pada standar kita, bermain sekeras mungkin, serta merespons situasi dengan lebih baik,” katanya menambahkan.

Bagi Singleton, kemenangan besar tidak boleh membuat pemain kehilangan fokus terhadap detail permainan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Ia ingin Indonesia mempertahankan intensitas dan disiplin sampai pertandingan benar-benar selesai.

Evaluasi tersebut menjadi perhatian penting menjelang pertandingan Indonesia menghadapi Hong Kong pada Minggu, 30 Agustus 2026. Singleton berharap para pemain mampu menerapkan evaluasi tersebut agar performa Indonesia semakin konsisten pada laga berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....