KONI Dorong Regenerasi Atlet Boling Muda menuju Prestasi Internasional
- 23 Agt 2026 22:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KONI Pusat menilai pembinaan usia dini menjadi fondasi penting dalam regenerasi atlet boling menuju prestasi internasional
- Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026 memberikan pengalaman kompetitif bagi 163 atlet dari 15 negara Asia
- PB PBI menekankan pembinaan atlet tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter dan disiplin
RRI.CO.ID, Jakarta – KONI Pusat mendorong regenerasi atlet boling melalui pembinaan usia dini untuk meraih prestasi internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Waketum I KONI Pusat, Suwarno saat menghadiri 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026.
Kejuaraan tersebut berlangsung di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta, dan mempertemukan atlet junior dari berbagai negara Asia lainnya. Suwarno menilai kejuaraan junior tingkat Asia menjadi momentum untuk mengasah kemampuan, mental bertanding, serta membangun karakter atlet muda.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses latihan berjenjang serta pembinaan berkelanjutan usia dini. “Pembinaan prestasi pada usia dini menjadi kunci penting dalam peningkatan prestasi,” ucap Suwarno usai membuka kejuaraan pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Ia menambahkan, kejuaraan ini sangat baik untuk mendukung regenerasi sekaligus memberikan pengalaman kompetitif berharga bagi atlet muda Indonesia. Suwarno juga mengapresiasi PB PBI karena mampu menyelenggarakan kejuaraan internasional melalui kerja keras seluruh pihak dalam penyelenggaraan tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI) Agus Muhammad Bahron menilai, boling Indonesia berkembang pesat. Agus mengatakan, perkembangan tersebut didukung kolaborasi dengan komunitas untuk membangun ekosistem boling yang luas serta berkelanjutan di Indonesia.

“Boling di Indonesia berkembang sangat cepat, hal tersebut dimulai dari kolaborasi dengan komunitas. Kita tidak hanya ingin meraih prestasi, tetapi juga menjadikan atlet-atlet kita memiliki karakter dan disiplin,” ujar Agus Muhammad Bahron.
Kejuaraan ini diikuti 163 atlet dari 15 negara, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan kompetisi junior tingkat Asia. Para atlet mengikuti sejumlah nomor pertandingan, seperti single dan double, untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berharga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....