Kalah dari Unggulan 1, Amri/Nita Bawa Pulang Medali Perunggu Kejuaraan Dunia BWF

  • 22 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • XD-SF: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (1/China) 22-20, 14-21, 20-22

RRI.CO.ID, Jakarta – Perjalanan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di Kejuaraan Dunia BWF 2026 terhenti di babak semifinal. Amri/Nita harus mengakui ketangguhan ganda campuran nomor 1 di dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Kendati kalah, ganda campuran nomor 20 asal Indonesia itu mampu bersaing dan memberikan perlawanan ketat hingga akhir permainan. Berlaga di Indira Gandhi Indoor Stadium, India, Sabtu, 22 Agustus 2026, Amri/Nita 22-20, 14-21, 20-22 dalam tempo 97 menit.

Amri mengatakan bahwa dirinya bersyukur tetap bisa meraih medali di Kejuaraan Dunia BWF 2026. “Alhamdulillah bisa bawa medali, ini hasil terbaik yang kami bisa berikan buat Indonesia,” ucapnya.

Menurut Amri, pertandingan berjalan cukup baik dari awal sampai akhir. Menurutnya, tensi yang luar biasa tercipta di gim ketiga.

“Untuk pertandingan hari ini berjalan cukup baik dari awal sampai akhir. Terutama di gim ketiga dengan tensi yang luar biasa, dengan fokus tingkat tinggi sayang memang kami tidak bisa convert,” katanya.

“Memang sama-sama tidak mau kalah, sama-sama pengen ke final dan juara dari sisi kami maupun pasangan China. Saya merasakan gairah yang lebih dari malam tadi, ingin sekali tampil maksimal di babak semifinal ini,” ujar Amri.

Sementara menurut Nita, pada gim pertama saat Feng/Huang sudah match point, Ia dan Amri hanya fokus pada poin sendiri. Amri/Nita tidak gentar saat dihadapkan dengan kondisi sulit.

“Gim pertama kami saat mereka sudah tinggal satu poin lagi selesai, kami tidak berpikiran ini tapi coba fokus ke poin kami saja. Kami coba nyari poin sebanyak mungkin dan fokus ke permainan,” ucapnya.

“Sama-sama cari jalan keluar, harus bagaimana, harus main apa. Akhirnya bisa mengejar dan balik ambil keunggulan,” katanya.

Nita menambahkan, bahwa gim ketiga berjalan kurang lebih serupa dengan gim pertama. “Kami terus komunikasi, belum selesai jadi masih ada kesempatan tapi mungkin saat setting kami kalah nekat sama mereka,” ujarnya.

Amri/Nita mempersembahkan medali perunggu ini untuk Indonesia, khususnya kepada keluarga dan pelatih. “Medali perunggu ini untuk Indonesia dan untuk semua yang sudah selalu percaya kalau kami masih bisa bersaing. Untuk keluarga dan pelatih juga,” ucap Nita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....