Era Kebangkitan Bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026
- 19 Agt 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia membawa harapan besar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 dengan sejumlah wakil melaju ke babak 16 besar.
- Pengamat bulutangkis Achmad Budiharto menilai ganda putra dan tunggal putri menjadi sektor yang paling berpeluang meraih gelar.
- Kejuaraan Dunia 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan bulutangkis Indonesia setelah sempat mengalami penurunan performa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia membawa harapan besar pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India. Sejumlah wakil Merah Putih berhasil melaju dan menjaga peluang merebut gelar juara dunia.
Pengamat bulutangkis, Achmad Budiharto, menilai persaingan akan semakin berat memasuki babak 16 besar. Menurutnya, wakil Indonesia mulai menghadapi unggulan atau pemain yang sebelumnya menyingkirkan unggulan.
“Ujian berikutnya pasti di babak 16 besar. Tinggal bagaimana pemain-pemain kita mencapai performa terbaik di kejuaraan dunia kali ini,” ujarnya, saat diwawancara Pro 3 RRI, Rabu, 19 Agustus 2026.
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri menjadi salah satu tumpuan Indonesia di sektor ganda putra. Keduanya sudah melaju ke babak 16 besar setelah tampil meyakinkan sejak babak awal.
Sekjen PP PBSI era 2016-2020 itu berharap Fajar/Fikri mampu menjaga performa hingga menembus babak semifinal. Ia menilai sektor ganda putra memiliki peluang besar mengakhiri paceklik gelar dunia Indonesia.
“Peluang terbesar ada di ganda putra. Tunggal putri juga bisa sampai semifinal dan sangat terbuka menjadi juara dunia,” katanya.
Selain Fajar/Fikri, pasangan Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah juga melaju ke babak 16 besar. Pasangan debutan tersebut dinilai perlu menjaga konsistensi sebelum menghadapi lawan berperingkat lebih tinggi.
Putri Kusuma Wardani turut menjadi harapan Indonesia dari sektor tunggal putri. Achmad berharap Putri tidak terbebani ekspektasi dan mampu menjaga konsistensinya sepanjang turnamen.
“Putri jangan terlalu dibebani hal-hal yang membuat dia tidak tampil maksimal. Saya berharap Putri bisa mewakili tunggal putri kita,” katanya.
Menurut Achmad, persiapan teknis dan strategi pemain sudah dilakukan sebelum kejuaraan berlangsung. Peran tim pendukung juga dinilai penting untuk menjaga fokus atlet dari gangguan teknis maupun nonteknis.
Kondisi venue dan atmosfer penonton juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi para pemain Indonesia. Namun, persiapan venue tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Achmad menilai Indonesia memiliki peluang dari seluruh sektor yang dipertandingkan. Ia juga melihat talenta teknik menjadi kekuatan utama bulutangkis Indonesia sejak dahulu.
Kebangkitan prestasi menjadi harapan, setelah performa Indonesia, menurut Achmad, sempat kurang stabil pada 2021 dan 2022. Kejuaraan Dunia 2026 menjadi momentum untuk kembali menunjukkan kekuatan bulutangkis Indonesia di level dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....