Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu Membuka FFWS SEA 2026 Fall Phase 1 Knockout Stage
- 14 Agt 2026 20:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall resmi dimulai. Bigetron by Vitality dari Grup A dan RRQ Kazu dari Grup B membuka perjuangan Indonesia pada Jumat, 14 Agustus.
- Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu memasuki FFWS SEA 2026 Fall dengan fondasi yang relatif stabil. Keduanya mempertahankan inti permainan yang konsisten membawa mereka bersaing di papan atas regional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall resmi dimulai. Bigetron by Vitality dari Grup A dan RRQ Kazu dari Grup B membuka perjuangan Indonesia pada Jumat, 14 Agustus.
Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu memasuki FFWS SEA 2026 Fall dengan fondasi yang relatif stabil. Keduanya mempertahankan inti permainan yang konsisten membawa mereka bersaing di papan atas regional.
Kendati begitu, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu sama-sama belum berhasil mengubah konsistensi tersebut menjadi gelar juara. Tanpa perubahan roster, fokus kedua tim musim ini adalah menjawab evaluasi dari hasil sebelumnya.
Pelatih RRQ Kazu, Adi “Ady” Gustiawan mengatakan ikatan dalam tim telah terjalin kuat. Menurutnya, tantangan terbesar untuk RRQ Kazu adalah merubah konsistensi menjadi hasil positif.
“Kami sudah cukup lama bermain bersama, jadi chemistry bukan lagi hal yang perlu kami cari. Tantangan kami sekarang adalah mengubah konsistensi itu menjadi hasil yang benar-benar selesai sampai akhir,” ujar Coach Ady dalam jumpa pers kick-off FFWS 2026 Fall di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
“Hasil di EWC menjadi bahan evaluasi besar buat kami. Musim ini kami ingin bermain lebih rapi, lebih berani mengambil keputusan, dan tidak membiarkan kesempatan lepas begitu saja,” katanya.
Sementara itu Bigetron by Vitality bertekad untuk memperbaiki penampilan kurang memuaskan mereka di EWC 2026 lalu. Pelatih Bigetron by Vitality, Christian "Chrisjo" Pascoal menjelaskan, hasil kurang memuaskan tersebut terjadi akibat kesalahan target akhir tim.
“Banyak kesempatan, banyak jumlah match yang kita sia-siakan. Permainan objectives tidak kita lakukan, hanya berfokus ke poin eliminasi saja,” ucap Coach Chrisjo.
Kesalahan-kesalahan itu menjadi modal berharga untuk tim Vitality menjalani FFWS 2026 Fall. Chrisjo mengatakan bahwa timnya perlu bijak dalam mengelola team fight agar dapat bertahan hingga merebut booyah.
“Bijak dalam mengambil team fight. Jadi, kalau kita sudah dapat resource yang cukup, kita akan fokus untuk booyah dan hidup berempat sampai akhir,” katanya.
Babak Knockout yang dimulai pada 14 Agustus akan berlangsung hingga 6 September 2026. Seluruh tim akan mengumpulkan poin di Phase 1 untuk melanjutkan perjalanan ke Phase 2 dan Phase 3 dari babak Knockout Stage.
Dari total 18 tim yang bertanding di Knockout Stage, hanya 12 tim yang berhak meraih tiket Grand Finals. Enam tim akan lolos lebih awal, sementara enam tiket lainnya ditentukan pada pekan terakhir Knockout Stage.
Rangkaian Grand Finals akan berlangsung selama dua hari di Surabaya, 19-20 September 2026. 12 tim terbaik akan bertanding menggunakan format Champion Rush untuk meraih gelar juara FFWS SEA 2026 Fall.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....