PRSI dan IESPA Kembangkan Ekosistem Robotika dan Esports
- 13 Agt 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PRSI dan IESPA memperkuat kolaborasi pengembangan industri kreatif berbasis teknologi melalui TEMPOER Robot Game.
- Esports Kapolri Cup 2026 akan diselenggarakan pada 8–9 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta sebagai upaya menjaring talenta esports dari seluruh Indonesia.
- Kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda untuk memanfaatkan ruang digital secara positif, produktif, dan kreatif.
RRI.CO.ID, Jakarta — Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) dan Indonesia Esports Association (IESPA) memperkuat kolaborasi pengembangan industri kreatif berbasis teknologi. Kegiatan ini dilakukan melalui TEMPOER Robot Game dalam ajang Esports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.
Esports Kapolri Cup 2026 digelar pada 8–9 Agustus 2026 sebagai upaya menjaring talenta esports dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga mendorong generasi muda memanfaatkan ruang digital secara positif, produktif, dan kreatif.
PRSI menghadirkan TEMPOER Robot Game sebagai hasil kolaborasi dengan IESPA yang menggabungkan robotika, esports, dan kecerdasan artifisial (AI). Inisiatif tersebut diprakarsai Ketua Umum IESPA, Ibnu Riza Pradipto, untuk mempertemukan ekosistem esports dan robotika.
TEMPOER Robot Game mengusung konsep Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang memadukan permainan, robotika, dan AI. Melalui konsep tersebut, pemain tidak hanya bermain, tetapi juga mengenal teknologi dan proses kreatif pengembangan permainan robotik.
Ketua Umum PRSI, Wahyu Hidayat, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan membuka ruang baru bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas. Sekaligus kemampuan dalam bidang teknologi.
“TEMPOER merupakan hasil kolaborasi PRSI dan IESPA yang mempertemukan dunia robotika dengan esports. Kami ingin menunjukkan bahwa esports dan robotika dapat berjalan bersama untuk membuka ruang kreativitas dan produktivitas bagi generasi muda,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia menilai perkembangan teknologi memberi peluang besar bagi generasi muda untuk menjadi pencipta, bukan hanya pengguna teknologi. Perpaduan robotika, AI, game, dan esports dinilai dapat mendorong inovasi serta pengembangan kemampuan rekayasa.
Menurut Wahyu, dunia game tidak hanya menjadi ruang kompetisi dan hiburan, tetapi juga sarana edukasi untuk menciptakan teknologi dan karya kreatif baru. Kolaborasi PRSI dan IESPA diharapkan menjadi langkah awal memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis teknologi di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....