Indonesia Takluk 0-3 dari Thailand pada SEA V Cup 2026

  • 09 Agt 2026 02:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim nasional bola voli putri Indonesia menelan kekalahan tiga set langsung dari Thailand.
  • Srikandi Merah Putih mengalihkan fokus untuk menghadapi pertandingan terakhir melawan Filipina.
  • Evaluasi tim dilakukan demi memaksimalkan penampilan para pemain pada laga penentuan mendatang.

RRI.CO.ID, Chiang Mai - Tim nasional bola voli putri Indonesia menelan kekalahan tiga set langsung atas tuan rumah Thailand. Kekalahan tersebut terjadi pada laga leg kedua kejuaraan Southeast Asian V Cup (SEA V Cup) 2026.

Srikandi Merah Putih menyerah melalui skor 18-25, 17-25, serta 12-25 pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pertandingan penentuan tersebut berlangsung di 700th Anniversary Chiang Mai Sports Complex, Chiang Mai, Thailand.

Hasil buruk ini tercipta sehari setelah Indonesia meraih kemenangan tipis tiga lawan dua atas Vietnam. Kemenangan dramatis pada Jumat, 7 Agustus 2026 tersebut diraih lewat skor 20-25, 18-25, 25-22, 25-20, dan 15-9.

Manajer Tim nasional bola voli putri Indonesia Luciana Taroreh memberikan keterangan resmi mengenai rotasi pemain. Pelatih Marcos Sugiyama memilih mengistirahatkan pemain utama seperti Arsela Nuari, Mediol Yoku, dan Chelsa Berliana.

“Tim memberikan kesempatan kepada pemain pengganti untuk mendapatkan pengalaman dan membangun mental bertanding di level internasional. Meski hasilnya belum sesuai harapan, pertandingan ini menjadi bekal berharga bagi para pemain muda,” kata Luciana.

Para pemain Indonesia sempat berusaha memberikan perlawanan sengit sejak awal jalannya set pertama dimulai. Masalah pada penerimaan bola dan penyelesaian serangan menyebabkan lawan leluasa mengamankan keunggulan set awal.

Tekanan kubu tuan rumah berlanjut pada set kedua hingga Indonesia sempat tertinggal satu lawan enam. Tim Merah Putih sempat menipiskan jarak menjadi enam lawan delapan sebelum kembali tertekan akibat kesalahan servis.

Kinerja penerimaan bola serta blok yang belum maksimal membuat Indonesia tertinggal sepuluh lawan 19. Serangan yang terus gagal menghasilkan poin membuat skuad asuhan Marcos Sugiyama semakin sulit membendung lawan.

Luciana menegaskan bahwa seluruh anggota tim langsung mengalihkan perhatian menuju pertandingan terakhir melawan Filipina. Laga penutup tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menutup rangkaian kompetisi dengan hasil lebih baik.

“Kini fokus tim sepenuhnya tertuju pada laga penentuan besok. Kami akan melakukan evaluasi dan berusaha tampil lebih baik untuk meraih hasil maksimal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....