Tim Para Atletik Indonesia Raih 16 Medali di Meksiko
- 28 Jul 2026 02:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim para atletik Indonesia berhasil merebut 15 medali emas dan satu medali perak di Meksiko.
- Atlet I Kadek Dwi Purwana Yasa sukses memecahkan rekor dunia pada nomor lempar cakram F57.
- Nanda Mei Sholihah meraih tiga medali emas sekaligus memecahkan rekor Asia lari 100 meter.
RRI.CO.ID, Solo - Tim para atletik Indonesia berhasil merebut 15 medali emas pada kejuaraan dunia di negara Meksiko. Satu medali perak tambahan mengukuhkan posisi Indonesia sebagai runner up klasemen akhir kejuaraan tersebut.
Tuan rumah Meksiko menempati peringkat pertama klasemen akhir kejuaraan melalui raihan total 281 medali. NPC Indonesia melaporkan hasil pencapaian kompetisi internasional tersebut pada hari Senin, 27 Juli 2026.
Pelatih para atletik Indonesia Setyo Budi Hartanto memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian para atlet. Ajang olahraga tingkat dunia di Meksiko tersebut diikuti secara resmi oleh peserta 26 negara.
"Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47," kata Setyo Budi Hartanto, Senin.
Setyo menjelaskan bahwa performa atlet menjadi modal penting untuk mengumpulkan poin Paralimpiade Los Angeles 2028. Kejuaraan ini menjadi pemanasan terakhir sebelum tim nasional bertolak menuju kota Nagoya di Jepang.
"Timing-nya tepat sekali. Kita masih memiliki waktu tiga bulan menuju Asian Para Games. Kita akan kembangkan lagi agar performa para atlet mencapai puncaknya di Nagoya nanti," ujar Setyo Budi.
Atlet lempar cakram I Kadek Dwi Purwana Yasa mengaku terkejut atas pencapaian rekor baru. Lemparan sejauh 48,68 meter miliknya berhasil melampaui rekor atlet Brasil Thiago Paulino dos Santos.
"Sebenarnya tidak menyangka bisa pecah rekor. Saya hanya berusaha lempar sebisanya, tetapi ternyata dari lemparan sebisanya itu malah pecah rekor di sini. Tentunya saya senang dan masih engga expect," kata Kadek.
Kadek mengungkapkan adanya dua hambatan utama yang sempat ia rasakan selama berada di Meksiko. Perjalanan yang sangat lama dari Indonesia serta ketidakcocokan kuliner lokal menjadi tantangan utama atlet.
"Kendala yang pertama solusinya istirahat yang banyak. Untuk yang kedua, kita membawa bekal makanan dari Indonesia. Jadi, dua kendala itu bisa kita atasi," ujar Kadek.
Pelari putri Nanda Mei Sholihah merasa bersyukur mampu menyelesaikan perlombaan dengan hasil sangat memuaskan. Nanda berhasil menyumbang tiga medali emas serta memecahkan rekor Asia nomor 100 meter T47.
"Sebenarnya yang menjadi lawan terberat justru diri sendiri karena melawan rasa takut. Tetapi dengan persiapan yang cukup matang, Alhamdulillah berjalan sesuai harapan," kata Nanda.
Ia terus meningkatkan optimisme setelah mencatatkan rekor pribadi baru pada nomor lari 200 meter. Beberapa atlet nasional lain juga turut menyumbangkan medali emas dari berbagai nomor cabang atletik.
"Target selanjutnya di Asian Para Games 2026. Saya mengikuti tiga nomor, di 100 meter, 200 meter dan relay. Harapan saya, lebih semangat lagi, bisa mencapai target pribadi, bahkan mimpinya bisa memecahkan rekor-rekor yang sudah ada," ucap Nanda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....