Fajar/Fikri Melangkah ke Babak 16 Besar China Open 2026

  • 22 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MD-R32: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (2) vs Huang Di/Liu Yang (China) 21-15, 20-22, 21-9

RRI.CO.ID, Jakarta – Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melangkah ke babak 16 besar China Open 2026. Fajar/Fikri mengalahkan wakil tuan rumah Huang Di/Liu Yang dalam permainan tiga set 21-15, 20-22, 21-9.

Pertandingan berlangsung selama 59 menit di lapangan 2 Olympic Sports Center Gymnasium, Rabu, 22 Juli 2026. Ini merupakan pertemuan ketiga kedua ganda dan kemenangan ketiga bagi Fajar/Fikri atas Huang/Liu.

Melihat statistik permainan, Fajar/Fikri kehilangan gim pertama sejak poin 12-12. Huang/Liu berhasil mencatatkan tiga poin secara beruntun untuk lepas dari kejaran lawan dan mempertahankan keunggulan hingga akhir.

Sementara gim kedua, berjalan sangat ketat hingga memaksa gim berlanjut ke setting. Akan tetapi, Fajar/Fikri berhasil menuntaskan pelawanan Huang/Liu dan mengamankan gim kedua.

Juara Japan Open 2026 itu tampil dominan sepanjang gim ketiga. Fajar/Fikri tidak memberikan celah sama sekali untuk Huang/Liu mengembangkan permainan mereka.

Fajar/Fikri bahkan membuka permainan setelah interval gim ketiga dengan mencatatkan enam poin secara beruntun. Ganda putra ranking dua di dunia versi BWF itu sukses mempertahankan dominasi mereka hingga akhir pertandingan.

Seusai permainan, Fajar Alfian mengatakan bahwa cukup sulit menghadapi pasangan tuan rumah yang bermain solid dengan dukungan publik. Meski demikian, Ia bersyukur masih bisa meraih kemenangan.

“Alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan menang juga di pertandingan hari ini. Yang pasti pertandingan yang tidak mudah ya, pasangan China bermain sangat ngotot, sangat semangat dengan antusias dan dukungan publik tuan rumah yang luar biasa dari hari pertama. Ramai sekali tapi kami tidak mau kalah,” ujarnya.

Menurut Fajar, kondisi lapangan China Open cukup berbeda bila dibandingkan dengan Japan Open. Akibatnya, Fajar/Fikri bermain ragu-ragu di beberapa kondisi.

“Memang kami tidak sempat mencoba arena pertandingan kemarin di sesi latihan jadi tadi coba beradaptasi dengan kondisi lapangan, arah angin dan karakter shuttlecock. Cukup berbeda rasanya dengan di Tokyo, tadi ada beberapa kali masih ragu-ragu,” katanya.

Bermain back-to-back, menurut Fajar tidaklah mudah, apalagi di turnamen sebelumnya ia dan Fikri berhasil bermain hingga final. Ia bersyukur, dukungan PBSI dapat membantunya dan pasangan untuk tetap tampil optimal.

“Turnamen back to back, turnamen kedua dan ketiga itu tidak mudah ya apalagi di turnamen pertama kemarin sampai babak akhir. Harus ekstra recovery, dari pola makan, vitamin dan juga istirahatnya,” ucapnya.

“Selain itu pastinya menjaga pikiran, harus selalu fresh dan enjoy. Hal-hal yang di luar turnamen dikesampingkan dulu karena itu kadang menguras energi,” ujar Fajar.

Sementara menurut Muhammad Shohibul Fikri, beban dan tekanan pasti terasa. Kendati demikian, menurutnya, hal tersebut cukup dijadikan motivasi untuk tampil positif.

“Beban dan tekanan pasti ada di setiap turnamen, tidak hanya di sini karena kami juara bertahan dan pekan lalu baru juara di Jepang. Kami tidak mau terlalu melebih-lebihkan rasanya, ambil saja positifnya untuk semakin termotivasi dan percaya diri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....