Lindswell Kwok Minta CdM Jaga Mental Atlet Menjelang Asian Games

  • 22 Jul 2026 01:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelatih nasional Lindswell Kwok meminta Chef de Mission Todotua Pasaribu menjaga kesiapan mental atlet.
  • CdM Todotua Pasaribu berkomitmen mendengar masukan dari para mantan atlet demi memaksimalkan pelayanan kontingen.
  • Mantan juara dunia Lindswell Kwok menyoroti pentingnya detail pelayanan akomodasi selama kejuaraan berlangsung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelatih nasional Lindswell Kwok meminta Chef de Mission (CdM) Todotua Pasaribu menjaga mental atlet Indonesia. Faktor psikologis atlet menjadi penentu utama prestasi selain kemampuan teknis dan juga persiapan fisik.

Lindswell merupakan peraih medali perak Asian Games Incheon 2014 dan medali emas Asian Games 2018. Sosok legendaris wushu itu menyampaikan pesan penting tersebut saat kunjungan pelatnas menjelang Asian Games 2026.

CdM Tim Indonesia Todotua Pasaribu menyatakan masukan dari mantan atlet sangat berharga untuk pelayanan kontingen. Kunjungan pelatnas tersebut berlangsung di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026, untuk memantau persiapan atlet.

"Kami ingin mendengar langsung dari mereka yang pernah berada di lapangan. Atlet dan mantan atlet adalah pihak yang paling memahami kebutuhan selama mengikuti multi-event. Masukan-masukan seperti inilah yang menjadi bekal kami untuk memastikan pelayanan kepada kontingen benar-benar menjawab kebutuhan atlet ketika berada di Asian Games nanti," ujar Todotua.

Todotua menegaskan bahwa tugas utama kontingen bukan hanya sekadar mengatur keberangkatan fisik para atlet Indonesia. Ia ingin memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi secara maksimal agar mereka dapat berkonsentrasi penuh.

"Kami ingin atlet datang ke arena hanya memikirkan pertandingan. Setiap cabang olahraga memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu kami datang, berdiskusi, mendengar pengalaman mereka, lalu menyiapkan solusi yang paling sesuai. Semakin banyak kami mendengar dari atlet, mantan atlet, pelatih, dan ofisial, semakin baik pula pelayanan yang bisa kami siapkan untuk kontingen Indonesia," ujarnya.

Lindswell menekankan kesiapan mental atlet sangat berkaitan erat dengan pemenuhan seluruh kebutuhan sebelum bertanding. Dukungan optimal di luar arena dapat meningkatkan rasa percaya diri atlet saat menghadapi lawan berat.

"Ketika kita menjalani training camp di luar negeri, perlengkapan lengkap, baju disiapkan dengan baik, semuanya dipersiapkan dengan matang, suasananya berbeda sekali ketika masuk ke arena pertandingan. Mental atlet menjadi jauh lebih siap dibandingkan kalau hanya berlatih di kandang sendiri," ujar Lindswell.

Ia menilai aspek psikologis sangat krusial bagi cabang olahraga wushu yang mengandalkan performa individu. Dia juga mengingatkan pentingnya detail pelayanan akomodasi serta transportasi yang nyaman selama pertandingan berlangsung.

"Yang paling penting sebenarnya adalah psikologis atlet. Kepercayaan diri mereka saat berada di arena sangat dipengaruhi oleh bagaimana persiapannya dibangun sejak jauh-jauh hari. Untuk cabang olahraga seperti wushu, atlet bertanding secara individu sehingga kesiapan mental menjadi sangat penting," kata Lindswell.

Sosok berprestasi ini tercatat merupakan lima kali juara dunia wushu nomor Taijiquan dan Taijijian. Saat ini dia aktif mendedikasikan dirinya menjadi pelatih di pelatnas wushu menjelang Asian Games.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....