PP PBSI Petakan Hasil AJC 2026, Ini Evaluasinya!

  • 07 Jul 2026 13:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Evaluasi PBSI, pasca Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior (BAJC) 2026
  • Fardhan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada final nomor perseorangan AJC 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Manajer Tim Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior (BAJC) 2026, Eskar Denatara memetakan hasil penampilan tim Indonesia. Meski target belum berhasil dicapai pada Bulu Tangkis Asia Junior (AJC) 2026, namun memberikan sejumlah catatan penting.

Catatan tersebut akan menjadi bahan pembenahan dalam persiapan menuju World Junior Championships (WJC) 2026. Menurut Eskar, format pertandingan beregu dengan sistem game 55 poin membuat setiap pertandingan berlangsung sangat dinamis.

Kondisi tersebut menuntut kemampuan atlet dalam memanfaatkan momentum. Ini menjadi faktor penentu kemenangan.

“Saat menghadapi Korea di fase grup, anak-anak mampu memanfaatkan momentum dengan baik sehingga berhasil meraih kemenangan. Sebaliknya saat melawan Malaysia dan Thailand, kami kehilangan beberapa poin penting pada momen-momen krusial,” ujar Eskar dalam keterangan dari PBSI, kepada RRI.co.id , Selasa, 7 Juli 2026.

“Secara kualitas kami mampu bersaing. Akan tetapi lawan tampil lebih tenang karena memiliki pengalaman internasional yang lebih banyak,” lanjutnya.

Ia menilai secara umum kemampuan teknik, fisik, dan mental para atlet sudah cukup baik. Namun, masih ada pekerjaan rumah pada aspek taktikal, ketenangan dalam pertandingan, serta jam terbang di level internasional.

“Beberapa atlet bahkan baru menjalani debut internasional di AJC. Pengalaman menghadapi tekanan di pertandingan besar menjadi hal yang harus terus dibangun agar mereka semakin matang,” katanya.

Pada nomor perorangan, Indonesia berhasil menempatkan tujuh wakil di babak perempat final. Sektor tunggal putra menyumbangkan hasil terbaik melalui Fardhan Joe yang meraih medali perak, meningkat dari perunggu pada edisi sebelumnya.

Eskar menilai sektor putri masih perlu meningkatkan kekuatan fisik agar mampu bersaing secara konsisten di level Asia. Sementara di sektor ganda putra, kemampuan mengelola tekanan serta mengambil keputusan pada poin-poin penting menjadi fokus pembenahan.

“Sektor ganda putri menunjukkan perkembangan dengan meloloskan dua pasangan ke perempat final. Di sektor ganda campuran, pasangan-pasangan non-pelatnas juga mampu memberikan perlawanan yang cukup baik. Namun secara keseluruhan masih banyak detail yang harus kami benahi agar hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.

Menurut Eskar, perkembangan negara-negara lain juga menjadi perhatian. Negara-negara seperti Hong Kong, China, Thailand, dan Chinese Taipei juga menunjukkan peningkatan yang signifikan

Hal tersebut menciptakan persaingan di level junior Asia yang semakin merata dan kompetitif. Eskar menilai, peningkatan kualitas pembinaan amat diperlukan untuk dapat bersaing menghadapi persaingan saat ini.

“Karena itu kami tidak bisa hanya melihat hasil akhir. Kami harus terus meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu mengikuti perkembangan persaingan yang semakin ketat,” katanya.

Oleh karenanya, Eskar menyampaikan permohonan maaf karena tim Indonesia belum mampu memenuhi target yang telah ditetapkan. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena belum berhasil meraih gelar juara di AJC 2026,” ujarnya.

“Hasil ini tentu menjadi tanggung jawab kami. Ke depan kami akan menjadikan seluruh catatan dari AJC sebagai bahan pembenahan, baik dari sisi taktikal, peningkatan fisik, maupun penambahan jam terbang internasional. Kami berharap para atlet dapat menunjukkan penampilan yang lebih baik pada World Junior Championships nanti,” ujar Eskar.

Indonesia mengakhiri perjuangannya pada Kejuaraan Asia Junior 2026 dengan membawa pulang satu medali perak dari sektor tunggal putra. Hasil tersebut dipastikan setelah Fardhan Rainanda Joe gagal meraih gelar pada final di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang.

Fardhan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada final nomor perseorangan AJC 2026. Ia menghadapi wakil China, Hong Tian Yue, namun harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah dua gim langsung 18-21, 19-21.

"Tadi gim pertama saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Dan itu memberikan terlalu banyak poin ke lawan," kata Fardhan usai pertandingan.

"Gim kedua saya tidak bisa kontrol diri sendiri dan banyak ragu. Lawan bermain cepat di depan dan saya cukup kesulitan dengan strategi main lawan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....