Sebanyak 637 Tokoh Dunia Dukung Gerakan Kemanusiaan Atlet Paralimpik
- 02 Jul 2026 21:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Natalia Tjahja menggagas gerakan sosial 100 CTFP demi mendukung kesejahteraan para atlet paralimpik dunia.
- Sebanyak 637 tokoh global ikut berpartisipasi menyampaikan pesan motivasi untuk mendukung perkembangan olahraga difabel.
- Konser amal internasional di Jakarta mengapresiasi 27 tokoh penting Indonesia dari berbagai bidang profesi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 637 tokoh dunia berpartisipasi dalam kampanye kemanusiaan untuk mendukung kesejahteraan atlet paralimpik internasional. Pendiri Maria Monique Last Wish Foundation Natalia Tjahja menggagas program sosial tanpa unsur komersial tersebut.
Inisiasi ini diluncurkan melalui kolaborasi bersama lembaga ASEAN Para Sports Federation (APSF) di Singapura. Peluncuran tersebut didukung penuh oleh organisasi National Paralympic Committee (NPC) Singapore dan mitra lainnya.
Pihak Singapore Disability Sports Council (SDSC) turut menghadiri acara peresmian gerakan kemanusiaan global tersebut. Selain itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura juga ikut meresmikan program kepedulian ini.
Presiden International Paralympic Committee (IPC) Andrew Parsons memberikan tiga pesan inspiratif untuk memulai gerakan. Sebanyak 14 atlet nasional para Singapura turut menyaksikan pembukaan resmi program olahraga kemanusiaan tersebut.
"There is Strength in Difference. Diversity is a Fact, Inclusion is a Choice. Paralympic Games is Transformational Sports on Earth," kata Andrew Parsons.
Konser internasional diselenggarakan di Jakarta pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, untuk mengapresiasi tokoh-tokoh tersebut. Apresiasi tersebut diberikan kepada 27 tokoh Indonesia dari berbagai latar belakang profesi dan bisnis.
Presiden Asian Paralympic Committee Majid Rashed menyampaikan pesan penting dalam pelaksanaan konser amal di Jakarta. Mayor Jenderal Wandee Tosuwan ditetapkan sebagai pemimpin olahraga Asia Tenggara dalam program kemanusiaan tersebut.
"Our Athletes are the Backbone of the Paralympic Movement. Empowering Athletes is Not Just Our Vision but Our Promise for the Future. True Success is Measured Not Just in Medals but in the Systems We Build Together, Because Together We Are Stronger," kata Majid Rashed.
Sementara itu Raja Sapta Oktohari ditunjuk menjadi pemimpin olahraga Indonesia pada gerakan amal ini. Sejumlah tokoh terkemuka dari berbagai negara juga telah bergabung dalam kegiatan sosial berskala global.
Inisiator gerakan kemanusiaan global Natalia Tjahja mengapresiasi seluruh tim kerja atas keberhasilan konser amal. Pihak penyelenggara merilis pernyataan tertulis pada hari Kamis, 2 Juli 2026 terkait kampanye olahraga.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Sari Pacific Jakarta Autograph Collection dan tim inti International Charity Concert 100 CTFP, yaitu Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Andrigo, Yoan, Moreno, Gwen, Julius Wijaya (Nagaswara), Mepi Lin, Endah Fajar, Christian Kertawiguna, Ricardo Ryo, Bapak Ari, Bapak Jose, Paula Meliana, Saurma Siahaan, dan Nisa Sakera, atas dedikasi dan dukungan mereka dalam menyukseskan kegiatan International Charity Concert 100 CTFP," ujar Natalia.
Ia merasa sangat bersyukur atas perkembangan pesat dari program kemanusiaan yang bebas unsur komersial. Kartu tersebut diberi nama 100 Celebrities Talk for Para Athletes (CTFP) sesuai tujuan utama.
"Terima kasih Tuhan, Program 100 CTFP ini telah menjadi sebuah gerakan charity global tanpa unsur komersial," ujar Natalia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....