Raja Mil Jepang, Jantar Mantar Pensiun dari Pacuan Kuda
- 30 Jun 2026 21:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jantar Mantar pensiun dari pacuan kuda
- kondisi fisik Jantar Mantar tidak kunjung membaik setelah pacuan di Champions Mile GI di Hong Kong menjadi alasannya
RRI.CO.ID, Jakarta – Kuda pacu asal Jepang, Jantar Mantar (kuda Jantan berusia 5 tahun) akan pensiun dari pacuan kuda. Hal ini diungkapkan oleh pelatihnya, Tomokazu Takano pada Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut sang pelatih, sejak mengikuti pacuan Champions Mile GI di Hong Kong, kondisi fisik Jantar Mantar tidak kunjung membaik. Akibat hal ini, diputuskan untuk pensiun dengan mempertimbangkan prestasi gemilangnya.
Jantar Mantar menjadi kuda jantan pertama dalam sejarah yang berhasil menguasai sepenuhnya balapan G1 JRA Mile di lintasan rumput. Prestasi luar biasa itu menjadikannya calon kuda pejantan yang ideal.
Ke depannya, Jantar Mantar direncanakan akan menjadi kuda pejantan di Shadai Stallion Station. Pelatih Takano mengucapkan terima kasih atas kerja keras yang selama ini Jantar Mantar berikan.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan ucapan ‘terima kasih atas kerja kerasnya’ kepada Jantar Mantar. Kepada para pemilik, seluruh staf Shadai Farm, joki Katsutoshi Samejima, joki Masamasa Kawada, semua pihak yang terlibat dengan Jantar Mantar, serta seluruh staf kandang yang dipimpin oleh asisten Matsui, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya sambil mengucapkan ucapan terima kasih yang tulus sejak awal.
Jantar Mantar memulai debutnya pada Oktober 2023. Ia menjuarai Asahi Hai Futurity Stakes dengan tiga kemenangan beruntun tanpa kekalahan.
Pada tahun 2024, ia memenangkan NHK Mile Cup, dan pada tahun 2025, ia memenangkan Yasuda Kinen serta Mile Championship. Prestasi tersebut menjadikannya kuda jantan pertama dalam sejarah yang berhasil menaklukkan keempat balapan G1 jarak satu mil di lintasan rumput domestik.
“Saya lega karena ia dapat masuk ke stud dengan selamat. Kemampuan balapnya yang luar biasa di jarak mil berasal dari daya tahan kecepatannya yang luar biasa,” ucap Takano.
“Selain itu, ia juga memiliki kematangan dini yang membuatnya menjadi juara usia dua tahun, serta kemampuan berkembang yang memungkinkannya memenangkan G1 selama tiga tahun berturut-turut. Saya berharap ia dapat meneruskan tongkat estafet dengan baik, dan menantikan prestasi anak-anaknya beberapa tahun ke depan,” pungkasnya, sambil menantikan kelahiran keturunan-keturunan hebat dari kuda ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....