Pertahanan Jadi Pembeda, BIFFI Surabaya Bangkit Kalahkan Elite Muda
- 30 Jun 2026 06:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BIFFI Surabaya menang 63-52 setelah bangkit pada kuarter terakhir
- Pertahanan menjadi faktor utama kemenangan menurut pelatih Suryadi Agus
- Elite Muda menilai aspek fisik dan defense menjadi bahan evaluasi
RRI.CO.ID, Semarang – BIFFI Surabaya meraih kemenangan penting pada kategori putra U-16 Mandiri Kejurnas Antarklub 2026. Mereka menundukkan Elite Muda Indonesia dengan skor 63-52 di Sahabat Arena pada Minggu, 28 Juni 2026.
Pertandingan berlangsung ketat sejak kuarter pertama dimulai. BIFFI membuka keunggulan 15-11 dan menjaga ritme permainan.
Elite Muda terus memberi perlawanan sepanjang babak pertama berlangsung. BIFFI tetap memimpin saat turun minum dengan skor 28-22.
Memasuki kuarter ketiga, Elite Muda berhasil membalikkan keadaan. Mereka menutup periode tersebut dengan keunggulan 45-41.
BIFFI menunjukkan respons positif saat memasuki kuarter terakhir pertandingan. Pertahanan yang lebih rapat membuat mereka kembali menguasai laga.
Tim asal Surabaya akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 63-52. Kebangkitan pada kuarter penentuan menjadi momen pembeda.
Galih Putra tampil sebagai pemain terbaik bagi BIFFI Surabaya. Ia mencatatkan 22 poin, 14 rebound, dan lima steal.
Dari kubu Elite Muda, Christian Nathan tampil konsisten sepanjang laga. Ia membukukan double-double dengan 13 poin dan 10 rebound.
Pelatih BIFFI Surabaya, Suryadi Agus, menilai pertahanan menentukan hasil akhir, dengan kerja tim berjalan sesuai rencana pertandingan. “Good defense menjadi faktor utama kemenangan kami hari ini,” ucap Suryadi dalam keterangan tertulis PERBASI Senin, 29 Juni 2026.
Ia menambahkan seluruh pemain mampu saling melengkapi di lapangan. Ritme permainan tetap terjaga sepanjang pertandingan berlangsung.
Meski menang, BIFFI masih memiliki beberapa catatan evaluasi. Pertahanan dan penyelesaian free throw akan diperbaiki pada laga berikutnya.
Sementara itu, Pelatih Elite Muda Indonesia, Rustia, menyoroti faktor fisik. Ia menilai tim harus meningkatkan kualitas pertahanan.
“Kami kalah fisik. Anak-anak mengandalkan speed, jadi defense masih harus diperbaiki, terutama helping di strong side dan weak side,” ujar Rustia.
Rustia berharap pemain tetap menjaga semangat menghadapi pertandingan berikutnya. Fighting spirit dinilai menjadi modal untuk bangkit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....