Faathir/Devin Rebut Gelar Runner-Up Super 300 Pertama Mereka di Macau Open 2026

  • 22 Jun 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ganda Putra - Final: Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi [4] vs Yong Jin/Jongmin Lee (Korea) 21-18, 19-21, 10-21.
  • Pertandingan berlangsung selama 62 menit di Macao East Asian Games Dome, Minggu, 21 Juni 2026.
  • Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi menjadi finalis pada turnamen berlevel super 300 untuk pertama kali di Macau Open 2026

RRI.CO.ID, Macau - Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi menjadi juara runner-up Macau Open 2026. Faathir/Devin kalah dari pasangan Korea Selatan, Yong Jin/Jongmin Lee, rubber match 21-18, 19-21, dan 10-21, di laga final

Pertandingan berlangsung selama 62 menit di Macao East Asian Games Dome, Minggu, 21 Juni 2026. Faathir/Devin memulai permainan dengan penampilan apik.

Ganda putra ranking 36 dunia itu mencetak lima poin secara beruntun untuk memimpin dan merebut interval gim pertama. Meski pasangan Jin/Lee terus memberikan perlawanan, Faathir/Devin mampu mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir.

Pada gim kedua, ganda putra Indonesia kembali memimpin permainan hingga mendekati poin-poin krusial. Akan tetapi, pasangan Korea Selatan yang tidak mau kalah berhasil menyalip mereka di poin 16-16 dan merebut gim kedua.

Permainan bagus dari Faathir/Devin, sayangnya, tidak menonjol di gim ketiga. Justru, Jin/Lee mampu tampil luar biasa dimana mereka mencetak delapan poin secara beruntun untuk merebut interval.

Ganda putra ranking 183 dunia asal Korea Selatan itu terus bermain konsisten, sementara Faathir/Devin tampak kesulitan mengikuti. Jin/Lee yang tampil lebih tenang akhirnya merebut gim ketiga dengan kemenangan dan berhasil menjadi juara Macau Open 2026.

Seusai pertandingan, Ali Faathir Rayhan mengatakan bahwa dirinya senang bisa menjadi runner-up di Super 300 pertamanya. “Alhamdulillah yang pasti bangga bisa jadi finalis di BWF Super 300 pertama saya. Banyak pelajaran mahal yang saya dapat pastinya,” ucap pemuda berusia 19 tahun itu.

Faathir menambahkan bahwa lawan mampu tampil lebih percaya diri. Ini menurutnya, menjadi evaluasi untuk ke depan.

“Tadi setelah berhasil mengejar ketertinggalan di game kedua lawan lebih percaya diri jadi lebih kuat dari segi defencenya. ⁠Untuk kedepannya evaluasi kami yang penting fokusnya dulu, karena kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul,” ujarnya Faathir.

Sementara menurut Devin Artha Wahyudi, kendala yang ia hadapi bersama pasangan datang dari kesalahan sendiri. Menurutnya, hilang fokus dan kurang tenang menjadi penyebab kekalahan mereka.

“Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tanpa cidera, pertandingan tadi lawan kami cukup kuat. Kendala kami tadi, hilang fokus dan kurang tenang saat terkejar,” ucap atlet Pelatnas PBSI tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....