Alwi Farhan Juara Australian Open 2026 Sektor Tunggal Putra

  • 14 Jun 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tunggal Putra-Final: Alwi Farhan (3) vs Dong Tian Yao (China) 21-13, 21-13
  • Laga final tersebut berlangsung selama 43 menit di Quaycentre, Sydney, Minggu, 14 Juni 2026
  • Ini merupakan kemenangan dan gelar berlevel Super 500 kedua untuk Alwi Farhan

RRI.CO.ID, Sydney – Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan juara Australian Open 2026. Alwi mengalahkan Dong Tian Yao dari China secara straight set dengan skor akhir 21-13, 21-13.

Laga final tersebut berlangsung selama 43 menit di Quaycentre, Sydney, Minggu, 14 Juni 2026. Alwi tampil impresif sepanjang pertandingan.

Tidak butuh waktu lama bagi ganda putra nomor 13 dunia itu untuk merebut interval gim pertama. Alwi mencetak lima poin beruntun, disusul empat poin beruntun untuk memperlebar selisih, dan ditutup tiga poin beruntun untuk kemenangan.

Pada gim kedua, Alwi kembali tampil dominan sejak awal, namun Dong mampu memberi perlawanan hingga poin 10-8. Alwi yang hampir terkejar langsung mencatatkan lima poin berturut-turut untuk menjauh dan perlahan ia berhasil merebut kemenangan.

Seusai pertandingan, Alwi Farhan mengatakan dirinya sangat senang dapat meraih kemenangan ini. Sempat terpukul akibat kekalahan di Piala Thomas, pemuda berusia 21 tahun itu berterima kasih kepada seluruh orang yang telah mendukungnya.

“Rasanya sangat-sangat amat senang dan bahagia karena beberapa bulan kemarin saya memang sangat amat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas. Tapi alhamdulillah saya terima kasih buat semua yang sudah mengkritik, sudah mendukung dan tetap mendukung dan mendoakan,” ucap Alwi.

Ia menjelaskan bahwa dirinya belajar pola permainan Dong dari hasil pertemuan lawan dengan Ubed dan Ginting. Menurut Alwi, postur Dong yang tinggi menjadikan permainan bola atasnya mematikan.

“Hari ini lawan Dong, saya belajar dari pertemuan dia lawan a Ginting dan Ubed juga, antisipasi untuk tidak kecolongan dari sisi sernagannya. Dia punya postur yang tinggi jadi bola atasnya tajam,” ucapnya.

“Di gim pertama saya bisa pegang kontrol permainan, sempat ketat di gim kedua awal tapi saya bisa balik ke pola gim pertama," katanya.

Alwi menutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh orang yang telah mendukungnya meraih gelar Super 500 keduanya. Ia mempersembahkan gelar juara ini untuk Indonesia.

“Saya bersyukur bisa meraih gelar Super 500 kedua tapi perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan berikutnya. Saya mau berterima kasih kepada orang tua, keluarga, pelatih saya dan tim pendukung semua yang berada di PBSI,” ujar atlet Pelatnas PBSI tersebut.

“Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia, bulutangkis Indonesia pastinya. Karena belakangan ini memang yang kita tahu, kita tengah menghadapi situasi yang amat berat dan saya harap bulutangkis Indonesia bisa segera membaik,” ujar Alwi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....