Jojo Rehat Sejenak, Imelda Wiguna Nilai Langkah yang Tepat

  • 08 Jun 2026 16:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mantan pebulutangkis Indonesia, Imelda Wiguna, menilai keputusan Jonatan Christie rehat sejenak dari kompetisi merupakan langkah tepat di tengah padatnya jadwal turnamen internasional.
  • Imelda menyoroti pentingnya evaluasi dan pemulihan mental, karena tantangan pemain saat ini bukan hanya daya tahan fisik tetapi juga konsentrasi saat bertanding.
  • Meski Indonesia kembali tanpa gelar di Indonesia Open 2026, Imelda melihat sektor ganda putra menunjukkan sinyal positif bagi regenerasi bulutangkis nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia kembali gagal meraih gelar juara pada Indonesia Open 2026. Hasil itu memperpanjang puasa gelar tuan rumah menjadi lima tahun beruntun, sejak 2022.

Harapan Indonesia sempat hadir melalui dua wakil di partai final. Namun, keduanya gagal mengamankan trofi di hadapan publik sendiri.

Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie, kalah dari Viktor Lai asal Kanada. Jojo takluk dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 8-21.

Usai turnamen, Jonatan memutuskan rehat sejenak dari kompetisi. Keputusan itu mendapat dukungan dari legenda bulutangkis Indonesia, Imelda Wiguna.

“Keputusan Jojo untuk rehat sejenak saya rasa penting. Jadwal pertandingan sekarang sangat rapat dan beruntun,” kata Imelda, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, pemain membutuhkan waktu untuk mengevaluasi kekurangan. Tanpa evaluasi, kesalahan yang sama berpotensi kembali terjadi.

“Belum memperbaiki kesalahan, lalu masuk pertandingan berikutnya, ya akan kalah lagi. Jojo harus profesional,” ujarnya.

Pebulutangkis Indonesia era tahun 1980-an itu menilai persoalan yang dihadapi pemain bukan hanya fisik. Faktor konsentrasi juga menjadi aspek penting dalam persaingan level dunia.

Ia mencontohkan dominasi pemain-pemain elite dunia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, mereka memiliki daya tahan dan konsentrasi yang luar biasa.

“Sekarang kita bicara daya konsentrasi. Mereka punya daya tahan dan konsentrasi yang hebat,” ucap Imelda.

Selain itu, Imelda menilai regenerasi tetap berjalan positif. Ia menyebut sektor ganda putra sebagai sektor paling menjanjikan saat ini.

Menurutnya, keberhasilan pasangan muda menembus semifinal dan final turnamen super 1000 itu menjadi modal penting. Prestasi tersebut menunjukkan masa depan bulutangkis Indonesia masih terbuka.

“Indonesia tidak gagal. Karena kita bisa menempatkan pemain muda ke semifinal dan final,” ujar Imelda.

Ke depan, Ia berharap pelatih Pelatnas lebih cermat menyusun strategi. Ia menilai persaingan internasional semakin ketat dan membutuhkan pendekatan yang lebih detail.

“Pelatih-pelatih di Pelatnas harus pintar. Kita harus siap dan harus berubah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....