Amri/Nita Kalah di Babak 16 Besar Malaysia Masters 2026

  • 21 Mei 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • XD-R16: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Chen Tang Jie/Toh Ee Wei [2] (Malaysia) 19-21, 20-22.

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur – Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah gugur di babak 16 besar Malaysia Masters 2026. Mereka kalah dari ganda Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei secara straight set dengan skor 19-21, 20-22.

Pertandingan berlangsung 47 menit di STADIUM AXIATA ARENA, Kuala Lumpur, pada Kamis 21 Mei 2026. Permainan berlangsung ketat, meski pasangan dari tuan rumah mampu tampil menjadi pemenang.

Pada gim pertama, pasangan Amri/Nita sedari awal sudah tertinggal hingga empat poin, namun keduanya mampu mengejar di poin-poin terakhir. Sayangnya, sebelum mereka berhasil mengulur gim ke setting, pasangan Chen/Toh yang berhasil mencetak satu poin untuk merebut gim.

Pada gim kedua, ganda Chen/Toh kembali tampil lebih dominan dibandingkan lawannya. Mereka selalu memimpin kedudukan dengan selisih tiga poin dari pasangan Amri/Nita.

Walau demikian, pasangan Indonesia di gim ini mampu mengejar dan mengulur gim hingga ke setting. Meski pun, pada akhirnya, pebulutangkis asal Malaysialah yang berhasil merebut pertandingan.

Seusai pertandingan, Nita Violina Marwah mengatakan bahwa pola permainan yang mereka bawakan sudah sesuai rencana. Namun, kegagalan memanfaatkan peluanglah yang menjadi penyebab kekalahan baginya dan pasangan.

“Jalannya pertandingan hari ini, sebenarnya pola mainnya sudah sesuai. Namun, di game pertama, setelah bisa mengejar ketertinggalan kami malah tidak bisa memanfaatkan kesempatan,” jelas Nita.

“Game kedua kami sudah unggul 20-16 malah momentum-nya jadi berbalik, ini menjadi evaluasi bagi kami. Secara pola kami bisa mengimbangi, namun di poin akhirnya kami harus berani lebih nekat.”

Menghadapi wakil tuan rumah, tambah Nita, bukanlah menjadi beban. Bahkan menurutnya, beban terbesar ada di pasangan Chen/Toh yang secara ranking lebih tinggi dibanding dirinya dan Amri.

Sementara menurut Amri Syahnawi, eksekusi yang kurang nekat dan kurang tenang menjadi bumerang. Ke depan, Ia dan Nita akan belajar untuk bermain lebih berani dan fokus poin per poin.

“Kami mainnya sudah benar bahkan sempat banyak memegang kendali permainan, namun eksekusi kami kurang nekat dan kurang tenang, jadinya bola yang seharusnya jadi poin malah jadi boomerang buat kami. Evaluasi kami ada teknik yang harus kami benahi serta harus bermain lebih berani lagi dan fokus per poin,” pungkas Amri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....