KONI Pusat Gelar Doa Bersama, Lima Tahun Wafatnya Wismoyo Arismunandar

  • 21 Mei 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar doa bersama mengenang Wismoyo Arismunandar
  • Kegiatan tersebut untuk memperingati lima tahun wafatnya mantan Ketum KONI Pusat periode 1995-2003 itu
  • Ketum KONI Pusat, Marciano Norman menilai, sikap mendiang Wismoyo Arismunandar dapat menjadi teladan pelaku olahraga Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar doa bersama mengenang Wismoyo Arismunandar. Kegiatan tersebut untuk memperingati lima tahun wafatnya mantan Ketum KONI Pusat dua periode itu.

Wismoyo Arismunandar memimpin KONI Pusat pada masa bakti 1995-1999 dan 1999-2003. Ia meninggal dunia pada 28 Januari 2021 dan dikenang sebagai tokoh olahraga nasional.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman mengatakan, semangat Wismoyo masih melekat dalam olahraga Indonesia. Menurutnya, nilai disiplin menjadi warisan penting dari sosok almarhum.

“Semangat beliau tercermin dalam Mars Patriot Olahraga, syair ‘Disiplin adalah nafasku’ menjadi cerminan nyata karakter dan keteguhan beliau. Beliau juga selalu menegaskan bahwa kehormatan adalah di atas segalanya,” ucap Marciano usai doa bersama yang berlangsung di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

“Kami semua berjuang untuk melanjutkan cita-cita beliau yang belum bisa dicapai pada waktu itu. Oleh karena itu kami mohon izin dan restu Ibu Wismoyo Arismunandar,” ujar Marciano, mengungkapkan.

Marciano tak lupa mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku olahraga Tanah Air, meneladani sikap mendiang Wismoyo Arismunandar. Menurutnya, sikap Wismoyo yang pantang menyerah sejalan dengan semangat yang dibutuhkan para pelaku olahraga di Indonesia.

"Mari jadikan semangat beliau sebagai inspirasi untuk terus berjuang tanpa kenal lelah dan tidak pernah menyerah. Demi menjadikan olahraga sebagai pemersatu bangsa dan sumber kebanggaan Indonesia melalui prestasi,” kata mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Istri mendiang Wismoyo, Siti Hardjanti berterima kasih atas atensi yang disampaikan KONI Pusat. Siti Hardjanti mengenang kisah perjalanan suaminya yang berlabu di KONI Pusat usai masa tugasnya di TNI Angkatan Darat.

Menurut Hardjanti, latar belakang suaminya sebagai prajurit menjadi salah pertimbangan untuk lebih memilih menjadi Ketum KONI. Padhal saat itu, Wismoyo punya pilihan lain sebagai Duta Besar.

“Beliau seorang prajurit sejati, dari kecil ingin menjadi prajurit, mungkin kalau jadi Dubes banyak duduk. Padahal sehari-hari hidupnya di lapangan," ucap Siti Hardjanti.

"Jadi beliau dengan tegas memilih menjadi Ketum KONI Pusat karena memimpin atlet yang hampir sama dengan prajurit. Cita-citanya sama, yaitu berjuang untuk nama bangsa,” kata Siti Hardjanti, menjelaskan.

Semasa aktif, Program Garuda Emas Wismoyo berhasil mengantarkan atlet-atlet Indonesia meraih prestasi. Di antaranya sebagai berikut:
  • SEA Games XVII Chiang Mai Thailand 1995 peringkat 2 (77 emas, 67 perak, 77 perunggu)
  • Olimpiade XXVI Atlanta Amerika Serikat 1996 peringkat 41 (1 emas, 1 perak, 2 perunggu)
  • SEA Games XIX Jakarta Indonesia 1997 peringkat 1 (194 emas, 101 perak, 115 perunggu)
  • Asian Games XIII Bangkok Thailand 1998 peringkat 11 (6 emas, 10 perak, 11 perunggu)
  • SEA Games XX Bandar Seri Begawan Brunei 1999 peringkat 3 (44 emas, 43 perak, 58 perunggu)
  • Olimpiade XXVII Sydney Australia 2000 peringkat 37 (1 emas, 3 perak, 2 perunggu)
  • SEA Games XXI Kuala Lumpur Malaysia 2001 peringkat 3 (72 emas, 74 perak, 80 perunggu)
  • Asian Games XIV Busan Korea Selatan 2002 peringkat 14 (4 emas, 7 perak, 12 perunggu)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....