Tampil Dominan, DeQing Juara FIBA 3x3 Xi'an Challenger 2026

  • 18 Mei 2026 07:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DeQing mendominasi sepanjang turnamen Xi'an Challenger 2026.
  • Phoenix tunduk dari DeQing di partai final 17-22.
  • Zhang Dianliang dinobatkan sebagai MVP, koleksi total 38 poin

RRI.CO.ID, Xi’an – DeQing asal China menjuarai FIBA 3x3 Xi’an Challenger 2026 usai mengalahkan Phoenix 22-17. Kemenangan itu sekaligus memastikan tiket menuju FIBA 3x3 World Tour Amsterdam 2026.

Pada laga final, DeQing langsung menekan dan unggul 8-3. Kemudian, Phoenix bangkit melalui Kyle Guy dan Malik Hluchoweckyj hingga memangkas jarak skor menjadi 16-14.

Guo Hanyu dan Francis Lacis kemudian menutup pertandingan untuk DeQing. Keduanya memastikan kemenangan 22-17 saat waktu tersisa dua menit.

Lacis menjadi penentu kemenangan dramatis tersebut bagi DeQing. Ia mencetak tiga poin terakhir tim untuk membalikkan keadaan.

Guo menjadi pencetak angka terbanyak DeQing pada final dengan 10 poin. Sementara Zhang tampil luar biasa sepanjang turnamen dan dinobatkan sebagai MVP dengan total 38 poin.

Pemain DeQing itu juga membukukan total player value tertinggi. Zhang menutup kompetisi dengan nilai efisiensi mencapai 40,5.

Sebagai tuan rumah, DeQing memang tampil dominan sepanjang turnamen. Pasalnya, perjalanan DeQing menuju gelar diwarnai kemenangan atas Barcelona, Phoenix, dan Skyliners.

Pada semifinal, DeQing menghadapi perlawanan sengit dari Skyliners sebelum menang tipis 18-16. Mereka kemudian kembali mengalahkan Phoenix pada partai final.

Dari kubu Phoenix, mereka juga tampil impresif sepanjang turnamen melalui duet Kyle Guy dan Eric Demers. Phoenix mendominasi babak kualifikasi sebelum melaju hingga final.

Guy tampil mendominasi pada hari kedua kompetisi di Xi’an. Ia mencetak masing-masing 10 poin melawan Bordeaux dan Princeton.

Phoenix sempat memberi tekanan kepada DeQing pada partai final. Namun, DeQing mampu tampil lebih agresif.

Di satu sisi, regulasi kualifikasi membuat hanya satu tim Amerika Serikat lolos langsung ke Amsterdam. Meski Princeton finis ketiga keseluruhan, tiket lolos tetap diberikan kepada Phoenix.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....