PB IWbA Fokus Regenerasi Atlet Demi Mempertahankan Peringkat Dunia

  • 12 Mei 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PB IWbA fokus memperkuat regenerasi atlet muda untuk mempertahankan dominasi posisi unggul dalam peringkat woodball dunia.
  • Federasi woodball Indonesia mendorong standardisasi teknis lapangan pada forum internasional guna menjamin keadilan dalam setiap kompetisi.
  • Komite Olimpiade Indonesia mendukung diplomasi internasional pengurus woodball untuk memperjuangkan keikutsertaan cabang olahraga tersebut pada Asian Games.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Besar Perkumpulan Woodball Indonesia (PB IWbA) bertekad menjaga dominasi peringkat atlet woodball tingkat dunia. Komitmen tersebut disampaikan melalui Rapat Anggota tahun 2026 yang berlangsung di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta.

Fokus utama organisasi tersebut saat ini adalah memperkuat program regenerasi demi mencetak atlet muda berprestasi tingkat internasional. PB IWbA menginformasikan data mengenai keselarasan program kerja pusat serta daerah pada Selasa, 12 Mei 2026.

Ketua Umum PB IWbA Aang Sunadji menilai kolaborasi antarwilayah merupakan kunci penting untuk melahirkan bibit atlet unggulan baru. Tema besar yang diusung dalam pertemuan rutin tersebut adalah Regenerasi Kuat, Prestasi Hebat bagi seluruh anggota federasi.

"Banyak atlet muda sudah siap tampil di kejuaraan dunia. Ini yang harus dijaga agar prestasi woodball Indonesia di level dunia tidak terputus," ujar Aang.

Atlet putra Ahris Sumariyanto berada pada posisi satu dunia diikuti Susilo Marga Nugraha dan I Putu Ari Kuncoro. Atlet putri Siti Masitah menduduki posisi satu dunia sementara Finda Tri Setianingrum berada pada urutan kedua saat ini.

Organisasi Woodball Indonesia berencana mengusulkan standardisasi lapangan pertandingan pada pertemuan tingkat internasional mendatang di Taiwan. Federasi tersebut akan menyuarakan aspirasi teknis itu dalam forum General Assembly International Woodball Federation bulan November nanti.

"Standar lapangan harus jelas agar kompetisi berlangsung adil, terutama untuk kondisi lapangan yang tidak rata. Sebab itu, kami akan menyuarakan ini ke Federasi Internasional nanti supaya hasilnya bisa adil untuk semua," ujar Aang.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia atau KOI Raja Sapta Oktohari turut memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian woodball. Raja menganggap upaya diplomasi internasional sangat krusial guna memperjuangkan cabang olahraga ini masuk dalam ajang Asian Games.

"Woodball mungkin belum familiar, tapi mampu konsisten menyumbang prestasi di level internasional. Ini bukti kerja federasi berjalan baik. Kita harus proaktif, baik dalam pembinaan maupun di level internasional, agar kepentingan Indonesia terus terjaga," kata Okto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....